"Iya..Jasad Nilam sudah ditemukan tadi malam pukul 22.00 WIB dan langsung dimakamkan," kata Kapolsek Karangpilang, AKP Suryono saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (26/3/2008) ptagi ini.
Suryono menjelaskan, setelah dilakukan pencarian selama 27 jam, jasad anak bungsu pasangan Slamet (39) dan Masrifah (34) ditemukan di belakang pabrik es Jalan Mastrip Karangpilang Surabaya atau tepatnya 2 Km dari lokasi terjatuhnya Nilam.
Dijelaskan oleh dia, kematian Nilam murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.
Nilam ditemukan oleh dua warga yang sedang melakukan penyisiran yakni, Ambon (35) dan Saigiman (32) asal Simowau Mulyo.
Ambon mengaku penemuan Nilam tidak sengaja dilakukan. "Saya bersama Pak Giman iseng menyisir Sungai Brantas selama 30 menit. Tiba-tiba melihat benda mencurigakan di belakang pabrik es. Saat didekati, ternyata jasad Nilam," kata Ambon kepada wartawan semalam.
Ambon pun langsung mengangkat jasad Nilam yang sudah menggelembung ke perahu dan membawanya pulang. Usai disalatkan di Musolla Waqof Mustaqim, siswi SDN Sepanjang II ini dimakamkan di Pemakaman Simowau Sepanjang-Sidoarjo.
Sebelumnya, putri bungsu pasangan Slamet (39) dan Masrifah (34) asal Simowau Gang Bina RT 4 RW 5 Sepanjang Taman Sidoarjo berjalan dengan ibunya usai berobat, Senin (24/3/2008) pukul 19.30 WIB.
Rupanya, saat Nilam berjalan di Jembatan Karangpilang lama mendahului ibunya tiba-tiba terperosok dan hanyut ke sungai. Ibunya pun menjerit meminta tolong, namun warga tak ada yang berani menolongnya. Sebab arus sungai sangat deras. (fat/fat)











































