Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun dan Bengawan Solo yang mengalir di wilayah Ngawi. Mereka terbagi dari 300 jiwa dari 77 keluarga yang berasal dari Kelurahan Kampung Baru Ketanggi. Warga mengungsi di rumah Ibu Jasmin RT 12/RW 03 Kampung Baru Ketanggi.
Sedangkan sebanyak 100 jiwa dari 25 keluarga berasal di Kelurahan Karang Tengah yang menggungsi di sanak famili masing-masing. Dan beberapa diantaranya mengungsi di rumah warga di Jalan Trunojoyo Ngawi.
Warga Desa Kelurahan Kampung Baru Ketanggi, Johari (50) mengakui apabila daerahnya langganan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun. Ia menceritakan jika rumahnya yang terletak dibantaran sungai terendam air banjir hingga ketinggian 2 meter.
"Untungnya saya sempat menyelamatkan harta benda. Hujan deras yang mengguyur terus menerus wilayah Ngawi membuat kami waspada," ucapnya pada detiksurabaya, Senin (10/3/2008)
Menurutnya hingga saat ini Pemkab Madiun belum memberikan bantuan baik obat-obatan atau bahan makanan kepada warga yang mengungsi.
"Kami berharap mendapatkan bantuan makanan siap saji dari pemerintah. Pemerintah juga berjanji akan menyewakan perahu karet jika terjadi banjir.
Tapi hingga saat ini belum ada bantuan," ujarnya. (gik/gik)











































