Pemilik rumah Muhammad Ridwan mengaku tanah longsor ini terjadi akibat luapan Sungai Braholo. Rumah yang digunakan sebagai rumah kos mahasiswa ini dihuni sekitar 20 jiwa. Rumah itu berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Braholo.
"Kejadiannya begitu cepat, beruntung semua penghuni berhasil menyelamatkan diri," katanya, Jumat (29/2/2008).
Kini, Ridwan dibantu warga setempat berusaha menyelamatkan perabot rumah tangga yang masih bisa diselamatkan. Warga yang lain juga disibukkan membersihkan rumah masing-masing yang terendam lumpur. "Kami juga khawatir terjadi longsor susulan, karena hujan terus menguyur daerah kami," ujarnya.
Ratusan bangunan berdiri di bantaran Sungai Braholo dan setiap saat mereka selalu dihantui ancaman banjir dan tanah longsor. Bahkan, di daerah Kota Malang tercatat ribuan bangunan yang berfungsi sebagai pemukiman penduduk dan daerah pertokoan berdiri di DAS Brantas. Bangunan ini, juga terancam bencana tanah longsor dan banjir bandang seperti yang terjadi tahun 2004. (fat/fat)











































