Disapu Hujan Angin, 3 Rumah di Pacitan Rusak Berat

Disapu Hujan Angin, 3 Rumah di Pacitan Rusak Berat

- detikNews
Sabtu, 16 Feb 2008 18:36 WIB
Pacitan - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pacitan dalam dua hari menyebabkan bencana di sejumlah lokasi. Akibatnya 3 rumah mengalami rusak berat.

Di Desa Glinggangan Kecamatan Pringkuku disebutkan, 1 rumah warga rata dengan tanah akibat tertimpa longsor. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sukarti (65) pemilik rumah kepada detiksurabaya.com menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (16/12/2008) siang. Saat itu perempuan beruban itu sedang menonton TV sambil menyiapkan bahan makanan untuk persiapan bekerja pada awal musim tanam.

Namun hanya berselang beberapa menit setelah mematikan TV tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tebing setinggi 5 meter di samping rumahnya. Betapa terkejutnya, saat dirinya sadar rumahnya rata dengan tanah. Yang tersisa hanya reruntuhan bangunan dan kerangka kayu.

"Untuk keluar rumah saya terpaksa merangkak. Saya lalu berteriak toloong, toloong!,” ujar perempuan tua itu dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar jeritan korban, tetangga sekitar langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi. Hingga laporan ini diturunkan Sukarti masih diungsikan di rumah tetangga bersama harta benda yang masih bisa diselamatkan.

“Untuk menghindari terulangnya musibah ini warga bergotong royong memindahkan rumah korban ke tempat yang lebih aman,” terang Miskat, Kepala Desa Glinggangan kepada detiksurabaya.com, Sabtu (16/2/2008).

Selain di Kecamatan Pringkuku, bencana juga melanda wilayah lain di Kabupaten Pacitan. Di Desa Ketro Kecamatan Kebonagung, 1 rumah rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. Sementara di kecamatan kota, 1 rumah milik warga lingkungan Barehan Kelurahan Sidoharjo terbang disapu angin.

Ditemui saat peninjauan ke lokasi bencana, Kepala Kantor Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pacitan Marwan mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan bagi para korban. Selain berupa bahan makanan, pihaknya juga memberikan bantuan peralatan rumah tangga. "Total rumah yang rusak berat ada 3. Sementara bantuan yang dialurkan ini berasal dari pemerintah provinsi," ujar dia.

Sementara untuk cadangan logistik menghadapi kemungkinan bencana selama musim hujan, Marwan mengaku sudah siap. Marwan menambahkan, pada tahun anggaran ini pihaknya memiliki stok beras sebanyak 40 ton yang dititipkan di Dolog setempat. Dari jumlah itu baru 3 ton yang disalurkan. (fat/fat)
Berita Terkait