Bertahun-tahun Tak Terlihat, Suu Kyi Akhirnya Muncul

Bertahun-tahun Tak Terlihat, Suu Kyi Akhirnya Muncul

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 13:07 WIB
Aung San Suu Kyi (Foto: Franck Robichon/Pool via Reuters)
Aung San Suu Kyi (Foto: Franck Robichon/Pool via Reuters)
Jakarta -

Pemimpin demokrasi Myanmar yang ditahan, Aung San Suu Kyi, bertemu dengan perwakilan Palang Merah negara itu pada hari Senin (3/8), setelah bertahun-tahun tak terlihat. Ini merupakan pertemuan publik pertama antara Suu Kyi dan pejabat asing sejak dia digulingkan dalam kudeta militer tahun 2021.

"Arnaud de Baecque, Perwakilan Tetap Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk Myanmar, bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi pagi ini," demikian pernyataan dari kantor presiden Myanmar, dilansir kantor berita AFP, Senin (3/8/2026).

Militer Myanmar menggulingkan Suu Kyi pada Februari 2021, memenjarakan peraih Nobel Perdamaian tersebut dan memicu perang saudara yang masih berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemimpin kudeta dan mantan kepala junta, Min Aung Hlaing, dilantik sebagai presiden sipil pada bulan April lalu setelah pemilihan yang sangat terbatas.

Kemudian pada bulan itu, Suu Kyi, yang kini berusia 81 tahun, dipindahkan ke tahanan rumah setelah Min Aung Hlaing mengatakan bahwa ia telah meringankan sisa hukumannya.

Suu Kyi ditahan setelah kudeta atas sejumlah tuduhan yang menurut kelompok hak asasi manusia direkayasa untuk menyingkirkannya.

Dalam foto-foto yang dirilis oleh kantor presiden, Suu Kyi terlihat berjabat tangan dengan seorang pria yang tampaknya adalah de Baecque.

Gambar lain menunjukkan Suu Kyi memotong kue ulang tahun, dan gambar lainnya menunjukkan kue dengan tulisan: "Selamat Ulang Tahun Bibi Suu".

Gambar-gambar tersebut tidak dapat segera diverifikasi oleh AFP, tetapi alat AI tidak menemukan adanya pemalsuan.

Sebelumnya, keberadaan Suu Kyi yang misterius menuai banyak pertanyaan. Terakhir kali terlihat di depan publik saat menghadiri sidang pada akhir tahun 2022, Suu Kyi sama sekali tidak diketahui keberadaan.

Keluarganya, para diplomat asing, dan pemimpin regional, terutama ASEAN, seperti dilansir The Times of India, ramai-ramai menuntut bukti yang menunjukkan bahwa Suu Kyi, yang kini berusia 81 tahun, masih hidup.

Namun otoritas junta yang berkuasa, berulang kali menolak permintaan untuk bertemu dengan tahanan politik paling terkemuka di Myanmar tersebut, meskipun ada klaim dia dipindahkan statusnya sebagai tahanan rumah pada awal tahun ini.

Hal ini lantas memicu kecurigaan bahwa Suu Kyi telah meninggal dunia. Media terkemuka The Economist bahkan mengulasnya dalam artikel yang berjudul "Is Aung San Suu Kyi Dead?"

Menurut laporan The Economist, Suu Kyi tidak pernah muncul di hadapan publik sejak persidangan kasusnya selesai pada akhir tahun 2022, menyusul kudeta militer tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin olehnya.

Upaya terbaru dilakukan oleh putra bungsu Suu Kyi, Kim Aris, yang melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk mendesak otoritas militer Myanmar memberikan "bukti bahwa dia masih hidup". Kim menuturkan bahwa tim kuasa hukum Suu Kyi bahkan tidak diberikan akses untuk menemuinya.

Pemerintah militer Myanmar mengatakan pada April lalu bahwa Suu Kyi telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah, namun mereka menolak permintaan para diplomat asing untuk menemuinya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Junta Militer Myanmar Tolak Gencatan Senjata Meski Korban Gempa Meningkat "
[Gambas:Video 20detik] (ita/ita)


Berita Terkait