"Tanggul masih belum tertutup. Perbaikan tanggul yang jebol sudah kita lakukan. Namun masih harus diperkuat lagi," kata Humas BPLS Ahmad Zulkarnain kepada detiksurabaya.com.
Menurut Zulkarnain tanggul yang jebol lebarnya 10-15 meter. Ini yang membuat BPLS cukup kesulitan dan air yang tumpah juga sangat deras. BPLS berencana membangun tanggul setinggi 11,3 meter.
Saat ini kata Zulkarnain sedang dilakukan penimbunan dengan pasir dan batu, setelah tadi malam hingga subuh dilakukan penutupan dengan menggunakan sand bag (karung pasir, red). Untuk memperbaiki tanggul yang rusak mereka akan mengerahkan 4 alat berat untuk menutup dan menimbun pasir.
"Kita tinggal menormalkan kembali tanggul dan mudah-mudahan bisa," ungkapnya.
Antisipasi kata Zulkarnain, pihaknya akan mengoptimalkan pompa yang ada di dalam kolam penahan lumpur. Saat ini ada 6 pompa air dan ada 10 pompa lumpur. Dan jumlah ini sebenarnya cukup untuk mengatasi lumpur tutur Zulkarnain, tapi itu kalau semuanya berfungsi maksimal.
"Sebenarnya jumlah pompa yang ada itu cukup tapi dengan catatan kalau pompa bisa berfungsi semua," tuturnya.
Tanggul jebol tersebut dikarenakan huijan yang terus menerus turun di awasan Sidoarjo. Sehi gga jarak genangan lumpur dengan bibir tanggul rata-rata 20 cm. Angin yang bertiup cukup kencang juga mempercepat tergerusnya tanggul.
"Angin yang bertiup kencang kemarin sore membuat gelombang. Gelombang ini kemudian menghempas tanggul sedikit demi sedikit," pungkasnya. (wln/bdh)











































