Sekolah itu yakni, SDN Bayaman 2, SDN Lumbang 1, SDN Jogorepo, SDN Winongan Lor dan SDN Sukorejo. Banjir bandang itu merusakkan bangunan, bangku siswa, buku pelajaran dan alat peraga. Barang-barang tersebut hanyut terseret banjir.
Selama dua hari ini, para siswa yang datang ke sekolah untuk menyelamatkan dokumen dan buku pelajaran yang masih tersisa.
Sebelumnya, mereka libur sekolah setelah usai ujian. Sesuai jadual kurikulum pendidikan hari ini merupakan waktu pembagian rapor siswa. Namun, pembagian rapor diundur dan akan dibagikan pekan depan.
"Selama ini, kita baru mendapat bantuan buku tulis sekitar 470 buah untuk 121 siswa," jelas kepala SDN Bayaman 2, Hamzah kepada wartawan, Sabtu (2/2/2008).
Para siswa bersama-sama menjemur buku pelajaran yang ditemukan terendam air. Mereka berharap buku pelajaran ini masih layak digunakan kembali. Mereka juga menata kembali sejumlah kursi dan papan tulis.
"Sebagian kursi hanyut terbawa banjir. Kegiatan belajar akan dimulai Senin depan, dengan kursi dan fasilitas seadanya," ujarnya.
Para siswa yang datang ke sekolah ini, tanpa mengenakan pakaian seragam apalagi buku pelajaran. Seluruh barang keperluan sekolah seperti buku pelajaran, buku tulis, tas, sepatu dan seragam hanyut terseret banjir.
"Kami berharap gedung sekolah segera diperbaiki," kata siswa kelas 3, Mazidatul Ilmi sambil menjemur buku pelajaran.
Pemerintah setempat menjanjikan akan segera memperbaiki gedung sekolah yang rusak melalui Dana Alokasi Khusus 2008 mendatang.
Diperkirakan total kebutuhan dana untuk memperbaiki gedung sekolah itu mencapai Rp 700 juta. Hingga kini, total kerugian yang diderita Pemkab Pasuruan yang ditimbulkan banjir terus membengkak hingga sebesar Rp 13 miliar. (fat/fat)











































