Mereka akan menagih janji Robbach 6 tahun silam, yang akan memprioritaskan mereka sebagai CPNS sebagaimana yang dijanjikannya saat membuka program tersebut pada 27 November 2002.
"Perjanjian itu tertulis hitam di atas putih," ujar Korlap aksi, Isa, kepada detiksurabaya.com, Kamis (31/1/2008).
Dari 7 pasal perjanjian yang ada, kata Isa, pasal 2 dalam perjanjian itu menyebutkan bahwa pihak kedua dalam hal ini Rektor Unesa, Haris Supratno, sepakat mendayagunakan dengan maksimal dari sejumlah lulusan Program Penyetaraan D-2 PGSD dan akan diprioritaskan untuk diangkat sebagai CPNS/Guru SD/MI bila ada formasi/rekrutmen.
Namun hingga sekarang, tambah Isa,janji itu kosong. Tak satupun alumni perguruan tinggi tersebut terjaring tes masuk CPNS yang terakhir diadakan 2 bulan lalu.
"Selain itu kami juga pernah mengadu ke dewan tetapi hasilnya nihil. Pokoknya Kami akan tetap menagih janji Bupati," tandas Isa. (fat/fat)











































