Semburan yang baru diketahui warga sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (23/1/2008) ini membuat resah warga Desa gedang Kecamatan Porong. Karena lokasi bubble itu dekat dengan pemukiman mereka.
Usman (48) salah seorang warga RT 8 RW 3 Desa Gedang menyatakan, dengan munculnya bubble ini membuat dirinya beserta para warga lain resah.
"Kami takut, karena jarak semburan kecil ini tidak jauh dari pusat semburan lumpur," ungkap Usman sambil diamini para warga lainnya.
Lima bubble yang ditemukan warga tersebut jaraknya saling berdekatan. Salah satu bubble yang paling besar, menyemburkan air dengan ketinggian sekitar 10 centimeter.
Bahkan saat salah seorang warga mencoba menyulut bubble tersebut, dari atas bubble langsung menyala dan mengeluarkan api.
Hingga pukul 10.45 WIB, ratusan warga masih memadati lokasi penemuan bubble itu. Meski semburan kecil sudah sering ditemukan, namun warga tetap antusias ingin melihat penemuan ini.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, meski bubble ini sudah ramai menjadi pembicaraan masyarakat setempat, namun belum ada satupun petugas dari BPLS maupun Fergaco yang meninjau bubble-bubble ini.
Sementara itu, ditempat yang lain tepatnya di rumah Kewi warga RT 3 RW 1 Kelurahan Siring barat, Porong juga mengeluhkan dengan adanya gas yang keluar dari kran air yang berada di kamar mandi.
Saat kran air tersebut di buka dan disulut dengan api, gas yang keluar langsung terbakar. Akibat kejadian ini, Kemi beserta keluarga sangat khawatir apabila gas sewaktu-waktu terbakar dan meledak.
(bdh/bdh)










































