Pemilik pangkalan minyak di Kelurahan Gadang Gang 2, Marthin mengaku kelangkaan minyak tanah ini terjadi akibat pasokan dari agen terus berkurang. Bila sebelumnya sepekan dijatah sekitar 5 ribu liter, kini dibatasi hanya dipasok seribu liter.
"Jatah seribu liter, dalam waktu dua hari habis diserbu pembeli," katanya kepada detiksurabaya.com, Selasa (22/1/2008). Bahkan, sejumlah drum minyak tanah di pangkalannya kosong. Hingga, sepekan ini agen minyak tanah belum mengirimkan minyak tanah ke pangkalan.
Akibatnya, warga terus memburu minyak tanah ke sejumlah pangkalan, meski harus berderet dalam antrean panjang.
Sebagian warga mengaku tetap menggunakan minyak tanah karena belum mendapatkan kompos dan tabung gas elpiji yang disalurkan Pertamina melalui program konversi minyak tanah. Program konversi baru dilakukan di dua kecamatan.
Sebelumnya, Pertamina depo Malang berjanji tidak akan mengurangi pasokan minyak tanah sebelum program konversi tuntas. Pasokan minyak tanah di Malang setiap bulan sebesar 3.700 ton. (fat/fat)











































