Pertandingan antara Persiwa versus Arema dalam babak delapan besar Liga Indonesia di Kediri, Rabu (16/1/2008) malam, harus berakhir di menit 70 dalam kedudukan 2-1 akibat kerusuhan di dalam stadion yang dilakukan oleh Aremania.
Kerusuhan itu terjadi karena Aremania tidak bisa menerima keputusan wasit Djadjat Sudrajat yang kerap merugikan tim kesayangan mereka. Tindak kekerasan itu bahkan kemudian berlanjut ke luar stadion.
Korwil Aremania dari Klayatan, Rusmanaji, berdalih Aremania melakukan tindakan anarkis karena kesal terhadap wasit. Dia juga menukas bahwa insiden itu terjadi spontan usai melihat kepempinan wasit, tanpa ada yang memprovokasi dari pihak Aremania.
"Saya tadi menyaksikan langsung pertandingan di tribun utama, saat itu terjadi beberapa gol Arema dianulir. Kami terpancing (keputusan wasit). Kalau ada yang jadi provokator, ya wasit itu," kata Rusmanaji ketika dihubungi detiksport, Kamis (17/1/2008) dinihari WIB.
Seperti dikabarkan sebelumnya, selain rusuh di Stadion Brawijaya Aremania juga bertindak anarkis di Stasiun Kota Kediri.
(krs/a2s)











































