Ritual 1 Suro di Gunung Kawi

Ritual 1 Suro di Gunung Kawi

- detikNews
Kamis, 10 Jan 2008 17:17 WIB
Malang - Memperingati Tahun Baru Jawa, 1 Suro 1429, warga sekitar Gunung Kawi Desa Wonosari Kabupaten Malang menggelar ritual serah sesaji.

Mereka membawa seserahan berupa aneka hasil pertanian mulai dari ubi-ubian, buah-buahan, nasi dengan aneka lauk ke Makam Kyai Jaka Ria (Mah Djoego) dan Raden Mas Imam Soedjono yang terletak di atas lereng Gunung Kawi, Kamis (10/1/2008).

"Seserah sesaji ini merupakan ungkapan syukur warga atas kelimpahan rezeki selama ini. Mereka berharap kedepan rezeki semakin berlimpah," kata Kuswanto Kepala Desa Wonosari di sela-sela upacara ritual.

Dalam upacara ritual sesaji ini, warga juga berlomba-lomba membuat sangkala (iblis/setan) patung yang berbentuk raksasa.

Setiap kampung membentuk sangkala aneka macam. Seperti ular naga, dinosaurus, raksasa dan singa. Dengan iringan tarian barongsai, liang liong, reog dan alunan gending Jawa, sangkala diarak dan ditandu sejumlah orang menuju puncak Gunung Kawi.

Sesampai di lapangan samping makam, Sangkala diletakkan di atas panggung. Kemudian, Kepala Desa setempat melemparkan tombak tepat di dada Sangkala serta membakarnya.

"Ini merupakan simbol membakar angkara murka. Dengan harapan warga hidup tenteram dan sejahtera," jelasnya.

Sedangkan, di Makam Kyai Jaka Ria (Mah Djoego) dan Raden Mas Imam Soedjono dilakukan doa dan pembacaan tahlil dipimpin ulama setempat. Selesai berdoa, warga kemudian berebut aneka sesaji berupa makanan dan buah-buahan.

"Biar dapat berkah," kata Sayid Anwar pengunjung asal Surabaya.

Upacara ini merupakan simbol akulturasi budaya dan agama, yakni budaya Jawa, Tionghoa, Islam, Hindu, Budha dan Kristen. Pengunjung dan peserta ritual berasal dari keyakinan dan budaya yang berbeda.

Kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat luas, ribuan warga memadati Gunung Kawi.

Dalam upacara ritual ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, Soenarjo dan Bupati Malang, Sujud Pribadi. "Ritual ini layak dijadikan agenda tahunan untuk menarik wisatawan ke Malang. Selama ini masyarakat hanya mengenal Gunung Kawi sebagai tempat pesugihan," jelas Sujud. (fat/fat)
Berita Terkait