"Memang ada rencana mematenkan. Kawan-kawan saya juga banyak yang mendukungnya," kata Kanang, guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP Negeri 1 Balen Bojonegoro saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (7/1/2008).
Kanang sendiri sebenarnya tidak sengaja menemukan metode yang membuat dirinya akhirnya kebanjiran order untuk menggelar workshop meski masih sebatas di Bojonegoro saja. Namun itu kata Kanang terjadi tiga tahun lalu.
"Saya menemukan itu 10 tahunan lalu. Saat itu sedang mengajari anak saya yang masih duduk di kelas 4 sekolah dasar," terangnya. Dan kini anaknya yang bernama Aang sudah duduk di bangku SMA kelas 1 dan tetap lihai mengetik tanpa harus melihat keyboard.
Untuk menyebarluaskan metode temuannya, Kanang juga berencana akan menerbitkan modul dalam bentuk buku dan compact disk. "Saya ingin temuan ini bisa berguna bagi masyarakat banyak. Saya sudah persiapkan modulnya. Warga yang membutuhkan bisa bersabar dulu," katanya Kanang yang lahir di Tuban ini.
Mengenai kemanjuran motodenya, dia memberikan jaminan 100 persen. "Hanya 1 jam, saya jamin bisa mengentik tanpa melihat keyboard. Bahkan bisa mengetik sembari mengobrol kok," tantang pria lulusan IKIP Surabaya ini.
Foto: Kanang Hariyanto, SPd berpose di samping mobil mewah milik kawannya. (gik/gik)











































