Contohnya di jalur arteri jurusan Bojonegoro-Cepu di Gang Tambangan 1 jalan Rajekwesi Kecamatan Bojonegoro Kota. Sepanjang jalan gang sudah terendam banjir sampai setinggi 1,5 meter. Bahkan air tinggal berjarak 5 meter dari aspal jalan.
Saat ini 1 regu Satpol PP Pemkab disiagakan di ujung Gang Tambangan 1 jalan Rajekwesi. Namun sayang, mereka tidak dilengkapi dengan peralatan penyelamat seperti perahu dan pelampung.
"Regu kita bagi. Yang satu siaga di Tambangan 1 dan regu lainnya di Desa Cengungklung Kecamatan Kalitidu bersama Pak Sek (Sekkab Bambang Santoso)," jelas Jusuf Effendi, Kasi Operasional Satpol PP pada detiksurabaya.com saat memantau beberapa tanggul di sepanjang jalan Rajekwesi, Bojonegoro, Kamis (27/12/2007) malam.
Banjir dalam kawasan perkotaan juga terjadi di jalan Prajurit Abu, Kelurahan Klangon Bojonegoro. Sejak pukul 21.00 WIB, air sudah menyentuh bibir tanggul setempat.
Puluhan rumah warga terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa. Tapi warga lebih memilih untuk tetap bertahan di rumah daripada mengungsi.
"Lha wong banjir cuma segitu saja tidak perlu ngungsi. Sini sudah biasa banjir kok," tutur Budiono, warga jalan Prajurit Abu sambil berjaga bersama beberapa tetangganya di atas tanggul.
Sejauh ini baru 5 kecamatan dari 14 kecamatan korban banjir yang telah mendapat bantuan sembako. Yaitu Kecamatan Margomulyo, Ngraho, Padangan, Kalitidu dan Kecamatan Malo. Beras bantuan yang tersalur sebanyak 6,2 ton dan puluhan kardus mie instant.
"Sekarang kami sedang rekap data korban. Yaitu rumah, sawah dan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan gedung sekolah. Besok kita akan lanjutkan penyaluran bantuan pada 9 kecamatan lain secara bergantian," kata Pujiono, Komandan Satlak PBP Pemkab Bojonegoro melalui telpon.
Pantauan detiksurabaya.com pada papan ukur ketinggian air Bengawan Solo di ruas utara Pasar Kota Bojonegoro menunjukkan angka 15,09 pheilschaal pada pukul 22.00 WIB. Sedangkan ketinggian pada Dam Karang Nongko, Kecamatan Ngraho mencapai 31,19 pheilschaal.
Artinya, masih ada potensi banjir susulan dari arah hulu Sungai Bengawan Solo dan rendaman air kian meluas. (gik/gik)











































