Beberapa lapangan desa yang biasa digunakan, tidak mengeluarkan izin. Karena susah mencari tempat di wilayah Kabupaten Mojokerto, jamaah HTI menggelar di pelataran parkir Gedung Olahraga dan Kesenian Majapahit, di Jalan Raya Gajah Mada, Rabu (19/12/2007) pagi, para jamaah HTI melaksanakan salat Idul Adha.
"Kami sempat kesulitan mencari tempat. Lapangan yang biasa kami gunakan, tidak mengeluarkan izin. Lagi pula ini musim hujan, sehingga banyak lapangan yang becek," kata Humas HTI Heri Urvan.
Karena lokasi salat Idul Adha jauh dari kawasan eks Karesidenan Mojosari, basis utama HTI, maka salat kali ini hanya diikuti sekitar 200 jamaah atau sekitar 70 persen dari massa HTI. Meski demikian, salat tersebut tetap berlangsung khusyuk.
Khutbah Idul Adha juga lebih banyak menekankan pentingnya sistem khilafah, untuk menegakkan syariat Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW dan Ibrahim AS. "Idul Adha ini menjadi momentum kebangkitan umat," kata Heru Irvan.
Salat Id yang dilakukan jamaah HTI ini, merupakan instruksi dari HTI pusat yang berpijak pada rukyatul hilal di Arab Saudi. HTI pusat telah memaklumatkan hari raya kurban jatuh pada hari ini, karena wukuf atau Hari Arafah jatuh pada hari Selasa (18/12/2007) kemarin.
(fat/fat)










































