Aksi Baku Hantam di Pengeboran Amerada Hess

Aksi Baku Hantam di Pengeboran Amerada Hess

- detikNews
Kamis, 15 Nov 2007 14:32 WIB
Gresik - Aksi unjuk rasa warga 3 desa di pengeboran Amerada Hess, Pangkah, Gresik berakhir ricuh. Kericuhan terjadi saat warga warga meminta air wudhu untuk melakukan salat.Permintaan untuk wudhu itu ternyata tidak dikabulkan. Warga pun juga meminta izin kepada pihak manajemen Amerada Hess agar bisa salat dzuhur. Namun permintaan tersebut tetap dilarang.Dari situlah terjadilah aksi pukul-memukul antara pihak keamanan dan warga. Meski tidak ada yang luka, aksi tersebut berlangsung selama 2 menit. Melihat aksi ini, polisi berusaha melerai dan meredam aksi tersebut.Setelah melakukan negosiasi, warga pun akhirnya diperbolehkan mengambil air untuk berwudhu dengan menyediakan 1 tangki dari PMK Gresik. Akhirnya, sekitar 500 warga pun salat berjamaah di depan gerbang Amerada Hess.Sebelum terjadi aksi pukul memukul, warga sempat berusaha memadamkan genset yang digunakan untuk mengaliri listrik di arena Ujung-Pangkah. Warga pun berhasil memdamkan genset tersebut tanpa ada larangan."Pokoknya kami akan menggalkan peresmian lapangan Ujung Pangkah sampai tuntutan kami direalisasikan," kata M Fahri, salah satu tokoh masyarakat dari Manyar Komplek kepada wartawan saat di lokasi, Kamis (15/11/2007).Warga pun juga sempat menghadang para tamu yang menggunakan mobil dan melarang masuk. Salah satu kendaraan yang tertahan yakni kelompok reog yang akan mengisi acar tersebut.External Relation Supervisor Amerada Hess Indonesia Pangkah, Tino Ardianto Abdurrahman saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, terkait tuntutan warga semuanya akan dikoordinasikan. "Kami juga ingin berdialog dengan warga hingga tidak ada mis komunikasi dengan warga," katanya. (mar/mar)
Berita Terkait