Cinta Segitiga Berujung Maut
Rabu, 31 Okt 2007 16:27 WIB
Banyuwangi - Suparmi terlihat histeris hingga beberapa kali pingsan. Wanita 31 tahun asal Desa Plampang, Banyuwangi, beberapa kali menyebut nama suaminya, Sujarno. Bahkan, anak-anaknya yang masih kecil, juga terlihat menangis meratapi kematian ayahnya.Sujarno, yang pernah bekerja di Malaysia itu tewas dalam kondisi yang mengenaskan. Di kepalanya terdapat beberapa luka bacokan senjata tajam.Keluarga dan masyarakat sekitar menduga kalau Sujarno tewas dibunuh seorang pencuri yang masuk ke dalam rumahnya.Sebab, beberapa saat sebelum kejadian atau Selasa (30/10/2007) sekitar pukul 20.00 WIB, Sujarno menonton televisi. Tidak lama kemudian, pria yang menderita sakit lever itu pergi ke dapur.Sesaat kemudian nenek korban bernama Jarni, hanya mendengar suara gaduh yang berasal dari kamar gudang belakang. Namun dia takut untuk mengecek ke belakang. Apalagi tangannya dipegangi anaknya, Suparmi."Jarno habis liat TV langsung ke belakang. Tiba-tiba ada suara gaduh. Saya panggil-panggil tidak jawab. Saya takut, apalagi Parmi memegangi tangan saya," papar Jarni, Rabu (31/10/2007).Namun, dugaan keluarga korban dengan masyarakat sekitar ternyata berbeda dengan keterangan polisi.Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Agung Setyo Budi menyatakan, melihat kalau kasus ini bukanlah murni percobaan perampokan. Sebab, dari hasil olah TKP maupun keterangan beberapa kerabat korban, tidak ada barang berharga yang hilang atau kerusakan seperti bekas congkelan di rumah itu.Kuat dugaan, kasus ini bermotif dendam dan cemburu. Sebab, sudah mulai awal puasa kemarin Suparmi dan Sujarno sudah tidak bertegur sapa. Selain itu juga beredar kabar kalau selama Suarno berada di Malaysia, Parmi mempunyai pria idaman lain (PIL)."Motifnya seperti ada dendam. Sebab tidak ada barang yang hilang maupun kerusakan di dalam rumah," ungkap Agung.Kini, polisi masih memburu laki-laki yang disebut-sebut sebagai pria idaman lain (PIL) Suparmi, untuk dimintai keterangannya.Sedangkan jenazah Sujarno, langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat.
(mar/mar)











































