Gunung Kelud Bikin Ayam Stres dan Tak Mau Bertelur

Gunung Kelud Bikin Ayam Stres dan Tak Mau Bertelur

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 17:34 WIB
Blitar - Stok telur nasional siap-siap saja terancam. Sebab, puluhan ribu ayam petelur akan stres dan gagal bertelur jika Gunung Kelud benar-benar meletus.Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi pasar telur nasional. "Puluhan ribu ayam petelur pasti stress dan gagal bertelur. Sehingga produksi telur nasional juga pasti anjlok," terang Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar drh Hermanto Zubaidi kepada detiksurabaya.com saat memantau kawasan peternakan unggas di Dusun Pacuh Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Selasa (23/10/2007).Kawasan Rawan Bencana (KRB) II di 3 kecamatan, yaitu Nglegok, Garum dan Gandusari, adalah sentra peternak ayam petelur Kabupaten Blitar. Sekaligus sebagai sentra produksi telur nasional. Di wilayah Nglegok saja, sedikitnya 15 ribu unggas terancam. Padahal dalam kondisi normal, 15 ribu unggas tersebut mampu menghasilkan sedikitnya 11 ton telur per bulan.Angka tersebut belum termasuk puluhan ribu ayam yang juga terancam stres terkena dampak letusan Kelud di KRB II wilayah Kecamatan Garum dan Gandusari.Diperkirakan, jumlah di dua wilayah kecamatan tersebut mencapai 30 ribu ekor dengan kapasitas produksi telur sebanyak 20 hingga 25 ton per bulan. Sesuai hukum pasar, jika suplai berkurang maka harga pasti melambung. Jika saat ini saja harga telur di pasaran menembus Rp 9 ribu per kg, sudah pasti jika stok menipis maka harganya akan terkatrol naik.Kondisi sebaliknya nanti akan terjadi pada harga daging ayam. Jika ayam petelur stress dan tidak mau bertelur, tidak ada pilihan lain bagi peternak untuk menjual dan dijadikan ayam potong. Akibatnya, harga daging ayam akan anjlok karena pasokan berlebih.Sementara itu, untuk peternak yang di luar KRB II seperti di Kecamatan Nglegok, diminta untuk menutup sumber-sumber air minum unggas agar terhindar dari kontaminasi abu vulkanik saat Kelud meletus. "Mereka juga kami sarankan menyiapkan stok makanan seperti jagung atau sentrat," imbuh pria asal Madura tersebut.Menyikapi ancaman Kelud yang bisa membuat ribuan ayamnya stres dan mandul, Suparni (45 th) seorang peternak ayam petelur di Dusun Pacuh Desa Penataran Nglegok mengaku hanya bisa pasrah.Sementara itu, selain puluhan ribu unggas terancam, sekitar 11 ribu sapi perah di KRB II Kecamatan Nglegok juga harus dievakuasi. Rencananya, besok (Rabu, 24/10/2007) sapi-sapi tersebut akan dikumpulkan di tanah lapang yang dinilai aman di Desa Penataran. Untuk kebutuhan pakan, menurut Hermanto, akan ditanggung penuh Dinas Peternakan Kabupaten Blitar. (mar/mar)
Berita Terkait