Jika Lahar Kelud Muntah, 16 Jembatan Akan Diledakkan

Jika Lahar Kelud Muntah, 16 Jembatan Akan Diledakkan

- detikNews
Minggu, 21 Okt 2007 11:30 WIB
Blitar - Meski tidak masuk zona kuning, tetapi Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kota Blitar telah menyiapkan skenario terburuk jika Gunung Kelud meletus dan aliran laharnya merambah kota. Apalagi di kota kelahiran Bung Karno tersebut terdapat Kali Lahar yang berhulu lereng Kelud. Berdasarkan pengalaman letusan Kelud tahun 1966 lalu yang banyak memuntahkan material cair, cukup banyak warga yang tinggal di bantaran Kali Lahar Kota Blitar yang menjadi korban. Penyebabnya, luberan lahar yang mengalir melalui Kali Lahar tidak berjalan lancar karena tersumbat jembatan."Kami sudah memetakan, ada 16 jembatan yang akan diledakkan jika Kelud nanti benar-benar meletus. Tujuannya agar aliran lahar lancar dan tidak membawa korban jiwa," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Blitar Hermani kepada detiksurabaya.com, di Posko Satlak PBP Kota Blitar di Jl. Merdeka Blitar, Minggu (21/102007).Kesimpulan adanya 16 jembatan yang perlu diledakkan tersebut diperoleh setelahbeberapa waktu lalu Satlak PBP Kota Blitar menelusuri jalur Kali Lahar yang membelah Kota Blitar, mulai dari Kelurahan Ngadirejo Kecamatan Kepanjen Kidul yang berada di ujung utara berbatasan dengan kawasan rawan bencana Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Hingga di Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Satlak PBP Kota Blitar mengaku sudah menyiapkan skenario peledakan. Menurut Ketua Tim SAR yang juga tergabung dalam Satlak PBP Kota Blitar, Kapten (Inf) Maulana, Satlak PBP Kota Blitar sudah berkoordinasi dengan Dandim 0808 Blitar agar mengajukan permintaan kepada Pangdam V Brawijaya. Selanjutnya menugaskan Yon Zipur V Malang untuk meledakkan ke-16 jembatan tersebut jika Kelud meletus dan memuntahkan lahar."Sasaran utama, Jembatan Sangut barat Stadion Soepriadi dan Jembatan Kampung Seng. Saat letusan tahun-tahun sebelumnya, di dua titik tersebut yang banyak memakan korban jiwa karena lahar meluber hingga ke rumah-rumah penduduk yang tinggal di dekat jembatan," imbuh Hermani. (gik/gik)
Berita Terkait