Sekolah di 4 Kecamatan Terancam Letusan Kelud
Sabtu, 20 Okt 2007 14:50 WIB
Kediri - Gunung Kelud yang kondisinya sudah membahayakan memaksa penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana mengungsi. Kondisi ini mengancam ribuan anak-anak pengungsi tak bisa lagi belajar normal di sekolahannya. Dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, jumlah siswa yang tersebar di daerah rawan cukup besar. Ia mencontohkan, Taman Kanak-Kanak (TK) ada 1.500 anak, SD berjumlah 3.679 siswa dan SMP 700 siswa. Mereka ini tersebar di 4 kecamatan yang rawan terkena bencana jika Gunung Kelud meletus. Yaitu Kecamatan Ngancar, Puncu, Plosoklaten dan Kecamatan Kepung.Di Kecamatan Ngancar untuk siswa SD yang terancam tidak dapat bersekolah ada 552 siswa dengan rincian, di SDN Babadan ada 168 siswa, Desa Sugihwaras ada 130 siswa, Desa Sempu 90 orang dan Desa Ngancar 164 orang.Kecamatan Plosoklaten tercatat ada 908 orang siswa dengan perincian, SDN Timbar 27 siswa, SD Trisula I ada 183 siswa, SD Trisula II ada 213 siswa, SDN Sepawon I ada 134 siswa, SDN Sepawon II ada 128 siswa dan SDN Sepawon III ada 223 siswa.Kecamatan Puncu tercatat 1.699 siswa dengan rincian di SDN Puncu ada 181 siswa, SDN Puncu II ada 442 siswa, SDN Puncu III ada 128 siswa, SDN Puncu IV ada 140 siswa, SDN Asramobangun I ada 222 siswa, SDN Asmorobangun III ada 242 siswa, SDN Asmorobangun IV ada 154 siswa.Dan SDN Satak I ada 161 siswa, SDN Satak II ada 129. di Kecamatan Kepung tercatat 520 siswa dengan perincian di SDN Kebonrojo I ada294 siswa, SDN Kebonrojo II ada 73 siswa dan SDN Kampung Baru V ada 153 siswa.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri HM Kardiono kepada detiksurabaya.com, Sabtu (20/10/2007) mengatakan, pihaknya berharap proses belajar mengajar tidak akan terganggu dengan adanya peristiwa Gunung Kelud. Dan pihaknya sudah menyiapkan sistem untuk belajar mengajar."Proses belajar mengajar tidak akan terganggu dengan adanya pengungsian," kata Kardiono. Kardiono mengatakan sistem yang akan dilakukan adalah dengan cara bergiliran. Pagi siswa yang asli bersekolah di tempat yang digunakan sebagai penampungan dan sorenya akan digunakan oleh anak-anak pengungsi. "Jika kurang kita akan dirikan tenda," ujarnya.
(wln/gik)











































