Pengungsi Kelud Mulai Terserang Penyakit Kulit dan ISPA
Kamis, 18 Okt 2007 10:25 WIB
Kediri - Warga yang sudah berada di tempat pengungsian, saat ini sudah terjangkiti beberapa penyakit. Penyakit itu antara lain, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), diare dan iritasi kulit atau gatal-gatal yang menyerang balita.Dua posko yang berada di Desa Segaran dan Desa Kawang Kecamatan Wates, terdapat 32 pasien yang menjalani rawat jalan di pos kesehatan pengungsian. Dari 32 pasien warga pengungsi lebih didominasi balita.Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan hari kemarin yang hanya mencapai 21 orang.Salah satu bidan di posko kesehatan Desa Segaran, Fitriatus Sumadi mengatakan, diduga penyebabnya karena cuaca panas dan lokasi pengungsian yang berdebu."Kami menduga sementara saat ini, pasien yang didominasi balita ini lebih banyak terkena ISPA karena cuaca yang panas dan lokasi pengungsian yang berdebu," katanya kepada detiksurabaya.com, Kamis (18/10/2007).Dia menambahkan, saat ini penanganan pasien yang terkena ISPA, diare dan gatal-gatal diberikan obat antibiotik dan obat-obatan yang diperlukan. Bila ditemukan pasien yang mengalami penyakit parah, beberapa unit ambulans yang ada siap merujuk ke rumah sakit terdekat."Tapi hingga saat ini belum ada penyakit warga yang parah," tambahnya.Sedangkan salah satu pengungsi yang anaknya mengalami gatal-gatal, Sulastri warga Desa Sugihwaras mengatakan, obat yang diberikan dari pos kesehatan, belum menghentikan gatal-gatal yang diderita anaknya yang berusia 8 bulan."Saya hari ini membeli obat sendiri. Sebab obat yang diberikan dari posko belum menghilangkan gatal-gatal di kulit anak saya," tambahnya.
(fat/mar)











































