Suhu Danau Kawah Gunung Kelud Meningkat
Jumat, 12 Okt 2007 15:31 WIB
Kediri -
Aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud kembali menunjukan peningkatan. Meski suhu air danau kawah kembali meningkat, namun kelembaban udara menunjukan penurunan. Berdasarkan data di Posko Utama Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Sat Lak PB) Kabupaten Kediri di monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (12/10/2007) hingga pukul 12.00 WIB, suhu air danau kawah untuk permukaan 35,3 derajat celcius dengan kedalaman 10 meter 36,4. Sedangkan pada kedalaman 15 meter 37,2. Suhu yang tercatat pada tilt meter ini menunjukan peningkatan cukup besar apabila dibandingkan suhu danau kawah pada pukul 06.00 WIB pagi tadi. Catatan perubahan suhu danau kawah hari ini hingga pukul 06.00 WIB adalah 34,7 derajat celcius, kedalaman 10 meter 36,3 derajat celcius, dan kedalaman 15 meter 37,1 derajat celcius. Perubahan lain yang dari aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud yang tercatat hari ini adalah kembali munculnya gempa vulkanik setelah beberapa hari terakhir sangat minim gempa. Hingga pukul 12.00 WIB telah tercatat 2 kali gempa vulkanik dalam, dan 3 kali gempa tektonik. Namun yang menarik, kenaikan suhu air danau kawah ternyata dibarengi dengan menurunya kelembaba udara di sekitar danau kawah. Angka yang tercatat untuk hari ini kelembaban udara berkisar antara 58 sampai 76 %, atau menurun apabila dibandingkan hari sebelumnya yang stabil di kisaran 80 sampai 92 %. Untuk catatan perubahan lain terkait aktifitas vulkanik dan kimia di Gunung Kelud, hingga hri ini belum banyak terjadi. Warna air danau kawah masih tetap hijau keputih-putihan, angin masih berhembus lemah dari selatan ke utara, dan suhu udara masih pada kisaran 17 sampai 19 derajat celcius. Sementara Sat Lak PB Kabupaten Kediri hingga hari ini juga terus melakukan persiapan mengenai kesiapan melakukan evakuasi warga di lereng Gunung Kelud apabila statusnya sudah awas. Sementaraa itu, siang ini digelar rapat terbatas yang dihadiri semua unsur Sat Lak PB dengan materi rapat pemantapan sat Lak PB dalam melakukan evakuasi warga. "Hari ini fokus bahasanya mengenai rencana gladi pelaksanaan wvakuasi yangdifokuskan pada ketersediaan kendaraan dan air bersih," kata Kabag Humas PemkabKediri, Sigit Raharjo saat hendak mengikuti rapat. Sigit Raharjo menyebutkan, data terbaru ketersediaan kendaraan sebagai sarana evakuasi warga, hingga hri ini terkumpul 248 kendaraan untuk evakuasi warga, 49 kendaraan untuk evakuasi hewan ternak, dan beberapa cadangan kendaraan yang siap digunakan.
(bdh/bdh)










































