Aktivitas Gunung Kelud Meningkat, Petani Panen Dini

Aktivitas Gunung Kelud Meningkat, Petani Panen Dini

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2007 16:12 WIB
Blitar - Puluhan petani di sekitar Gunung Kelud mulai memanen tanaman holtikultura lebih dini. Mereka melakukan itu karena aktivitas Gunung Kelud yang terus meningkat.Upaya ini dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar, jika sewaktu-waktu Gunung Kelud meletus. Seharunya, panen baru bisa dilakukan 1 bulan mendatang. Sedangkan total lahan milik warga yang dilakukan panen dini seluas 5 hektar.Sementara warga Dusun Gambar Anyar, Dusun Pacuh, Dusun Sumberasri mendapat imbuan dari kelurahan setempat bahwa status Gunung Kelud naik menjadi siaga tiga. Warga pun juga dihimbau untuk menyediakan stok cadangan makanan, air bersih serta membuat lampu penerangan."Kami terpaksa melakukan panen awal karena kami takut mengalamu rugi jika Gunung Kelud menjadi meletus. Sebab, kami dapat himbauan untuk waspada dari kelurahan hari ini," kata salah satu warga Dusun Gambar Kelurahan Penataran Kecamatan Legok Blitar, Heli Suwono (45) kepada wartawan saat sedang memanen ketela di ladangnya, Kamis (27/9/2007).Dia menyakini, bahwa aktivitas Gunung Kelud meningkat dan dimungkinkan terjadi letusan. Sebab, berdasarkan pengalaman letusan tahun 1990 lalu terjadi perubahan iklim pada saat malam dan siang hari suhu udara panas, air menyusut drastis, terjadi kekeringan, tanaman tiba-tiba mengering."Makanya daripada mengering terlebih dahulu, kita memanen dini tanam holtikultura. Kita memprediksi kerugian mencapai Rp 75 juta," tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Camat Legok, Endro mengungkapkan, berdasarkan surat edaran dari kesatuan perlindungan masyarakat Kabupaten Blitar (Kesbang Linmas), status Gunung Kelud meningkat dari waspada menjadi siaga III."Untuk itu warga dihimbau untuk tetap tenang sekaligus mempersiapkan segala kebutuhan bila terjadi letusan," jelasnya.Sedangkan arah evakuasi untuk Kecamatan Legok di 3 Desa tepatnya ring II (5 Km hingga 7 Km dari kawah Gunung Kelud) yakni, Desa Modangan, Desa Jiweut dan Desa Penataran. Diharapkan, ke-3 desa tersebut melakukan evakuasi ke arah Desa Gandusari."Sebab Desa Gandusari memiliki kontur lebih tinggi dari desa-desa di ring II. Jadi desa Gandusari kemungkinan tidak akan terkena lahar panas," tambahnya. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait