Korban Gas Blokir Akses Sumur Sukowati
Sabtu, 22 Sep 2007 12:26 WIB
Bojonegoro -
Sekitar 100 keluarga korban keracunan gas H2S dari sumur minyak Sukowati JOB (Joint Operating Body) PetroChina di Desa Campurrejo Bojonegoro melakukan aksi pemblokiran jalan masuk ke lokasi pengeboran.Meski aksi dilakukan damai, namun warga menempatkan kayu melintang di tengah jalan. Dalam aksinya mereka juga membawa spanduk berisi, 'PetroCina Buang Limbah Ngawur',' PetroCina Keparat', 'PetroCina Tidak Perhatikan Rakyat'.Warga melakukan aksi dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan berorasi. Mereka menyampaikan lima tuntutan yakni, PetroCina harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan, adanya sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat sekitar terkait kegiatan apapun dalam tambang minyak.Selain itu, warga menuntut tanggung jawab secara materiil dan in-materiil terhadap tragedi 18 September 2007, segera realisasikan pencairan dana community development (CD) untuk warga Desa Campurrejo sebesar Rp 500 juta dan reklamasi pertanian sekitar pengeboran berupa pemberian bibit dan pupuk.Koordinator aksi, Imam Sutikno mengungkapkan bahwa aksinya tersebut ditujukan oleh pihak PetroCina agar menanggapi tuntutan warga dan selambat-lambatnya harus direspon selama 4 hari."Kalau dalam Rabu mendatang tidak ada tanggapan dari pihak PeroCina kita akan melakukan demo yang lebih besar lagi," katanya kepada wartawan di sela-sela aksi, Sabtu (22/9/2007).Dalam aksi warga ini tidak ditemui oleh pihak management PetroCina. Mereka hanya ditemui oleh satpam yang bertugas menjaga keamanan. Meski begitu, demo warga ini juga dikawal oleh pihak Mapolresta Bojonegoro.Sebelumnya, 10 warga DesaCampurrejo Bojonegoro mendapat perawatan di RSUD Sosodoro Jatikusumo karena mengalami keracunan gas pada Selasa (18/9/2007). Hingga hari ini yakni ke-4 pascakebocoroan gas, 6 warga masih menjalani perawatan intensif. Yakni, Siti Juwaiyah, Masriah, Sumini, Arina, Rukani dan Harti.
(fat/fat)










































