Sebelum 'Cium' Bus, Truk Sempat Ngerem Mendadak

Tabrakan Maut di Ngawi

Sebelum 'Cium' Bus, Truk Sempat Ngerem Mendadak

- detikNews
Sabtu, 15 Sep 2007 21:58 WIB
Ngawi - Ahmad Aenul Rofik (32), sopir truk tanki gandeng PT Bhirawa Kediri L 7230 TG warga Laksda Sucipto, Desa Dinanyar, Kabupaten Jombang bersama keneknya Prasetyo Nada (35) kini meringkuk di ruang tahanan sementara Satuan Kecelakaan Lalu lintas (Laka Lantas) Polres Ngawi.Mereka diamankan oleh anggota Lantas setempat, guna menjalani proses pemeriksaan penyebab terjadinya tabrakan maut antara kendaraan yang dikemudikannya dengan bus Gaya Kerja bernopol AD 1485 BE yang membawa sekitar 30 orang penumpang.Saat ditemui detiksurabaya.com, Sabtu (15/9/2007) di ruang tahanan sementara Laka Lantas Polres Ngawi, Ahmad Aenul Rofik mengaku, pada saat menikung ke kiri dari arah timur atau sebelum masuk jembatan Dusun Ngrancang dia sempat dibingungkan oleh sebuah kendaraan mini bus yang nyaris menyalip kendaraan yang dikemudikan. "Begitu masuk jembatan, mini bus berwarna putih (tidak diketahui nopol dan namanya), mendadak nyalip dibagian kanan. Namun, sang sopir mini bus tersebut ragu-ragu dan akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyalip truk tengki yang saya kemudikan," ujarnya, sembari menahan rasa sakitnya dibagian kedua telopak matanya.Rofik menambahkan, tapi begitu dibelokkan tepatnya pada aspal jalan yang bergelobang, mini bus tersebut kembali menyalip. Bersamaan itu, ia ngerem mendadak namun usahanya sia-sia. Seketika itu, ia membanting setir kendaraannya ke jalur sebelah kanan. Tidak dinyana, dari arah barat muncul sebuah bus Gaya Kerja. "Takut menubruk mini bus di depannya, saya langsung banting setir ke arah kanan. Tapi, ternyata ada bus dari arah berlawanan dan terjadilah tubrukkan," jelas Rofik serius dengan diamini kerneknya. Akibat tabrakan maut yang terjadi pukul 06.15 WIB pagi tadi itu, 10 orang penumpang bus tewas. Sedangkan belasan penumpang lainnya mengalami luka. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait