Mau Padamkan Api, Petani Tebu Malah Tewas Terbakar
Senin, 03 Sep 2007 16:53 WIB
Magetan - Karmadi (60) petani tebu asal Kinandang Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan benar-benar apes. Niatnya memadamkan api berakhir petaka. Kobaran api di perkebunan tebu justru melahapnya. Dia pun tewas saat berada di rumah sakit, saat akan dirawat.Peristiwa naas itu terjadi ketika korban sedang membakar sampah daun tebu yang sudah mengering di sawah miliknya yang terletak di dusun Kincang Kulon, Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Namun, karena angin bertiup kencang, api pun seketika merembet ke tanaman tebu yang di sebelahnya. "Kebetulan, tanaman tebu itu beberapa hari lagi siap dipanen," jelas Marjuki (52), saksi mata saat kejadian kepada wartawan, Senin (3/9/2007). Menurutnya, bersamaan api semakin membesar korban pun bergeser ke tengah sawah dengan maksud memadamkan api yang cepat menjalar pada tanaman tebu tersebut. Namun usaha korban sia-sia. Seketika itulah, tubuh korban dilalap si jago marah. Melihat korban tersungkur di tanah dalam kondisi terbakar, maka dirinya dibantu warga lain dengan sigap menyelamatkan korban. "Kondisi korban sangat memprihatinkan, bagian tubuh dan kedua kakinya mengelupas akibat terbakar sampah tebu. Waktu itu, takut nyawanya tidak tertolong, warga pun segera melarikan korban ke rumah sakit," papar Marjuki.Korban pun akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RUSP) dr Soedono Madiun karena mengalami luka bakar yang sukup serius. Namun sesampainya di rumah sakit, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir."Luka bakar yang cukup serius ini, mungkin mengakibatkan pak Karmidi tidak bertahan lagi. Padahal, saat dilokasi kebakaran, nyawanya masih berdenyut. Eh sampai sini, kok sudah meninggal," ujar Marjuki.
(mar/mar)











































