Harga Minah Naik, Operasi Pasar Dijalankan

Harga Minah Naik, Operasi Pasar Dijalankan

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2007 18:05 WIB
Madiun - Operasi pasar minyak tanah (minah) digelar di tiga titik di Kabupaten Madiun dan Ngawi. Penggelontoran minyak tanah kepada warga itu, bertujuan mengantisipasi kelangkaan minyak tanah pada musim kemarau tahun ini.Pada musim kemarau, permintaan minyak tanah dari petani tinggi karena dipakai untuk bahan bakar pompa diesel untuk irigasi pertanian.Operasi pasar minyak tanah digelar di Desa/Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, lalu di Desa/Kecamatan Kedunggalar dan Desa/Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Di setiap titik operasi pasar, disediakan 1 truk tangki Pertamina berisi 5 ribu liter minyak tanah. Sedangkan harga jual minyak tanah tersebut, disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara di wilayah Kabupaten Ngawi, harga HET minyak tanah mencapai Rp 2.290 per liter. HET minyak tanah di wilayah Kabupaten Madiun Rp 2.300 per liter.Operasi pasar minyak tanah digelar Pemkab Madiun dan Pertamina Daerah Operasional (DAOP) Madiun. Sejak pagi hingga siang, ratusan warga terlihat berbondong-bondong sambil membawa jerigen datang ke tempat operasi pasar minyak tanah yang dipusatkan di dekat Pasar Kajang, Desa Sawahan.Di kesempatan itu, warga rela mengantri cukup panjang untuk mendapatkan minyak tanah yang harganya lebih murah. "Mumpung harganya murah, saya beli minyak tanah sebanyak 20 liter. Ini saya mau pakai untuk campuran bahan bakar pompa diesel," ujar Sutikno (37), warga Desa Sawahan, Kamis (30/8/2007).Pantauan detiksurabaya.com, karena tidak ada batasan pembelian maka ada beberapa warga yang bolak-balik membeli minyak tanah. Selanjutnya, minyak tanah itu dijual lagi ke pasaran dengan harga yang lebih mahal. Saat ini harga minyak tanah di pasaran mencapai Rp 2.600 - Rp 2.700 per liter.Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Pemkab Madiun Agus Supriyanto mengatakan, pelaksanaan operasi pasar itu bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan minyak tanah di pasaran dan mencegah terjadinya kenaikan minyak tanah menjelang bulan Ramadhan. "Operasi pasar ini, akan terus dilakukan jika memang diperlukan," jelasnya.Di tempat terpisah, Kepala Wira Penjualan Pertamina DAOP Madiun Aji Anom Purwasakti mengatakan, pelaksanaan operasi pasar minyak tanah ini sengaja digelar di daerah sentra pertanian. "Saat ini irigasi pertanian itu tidak jalan, sehingga petani banyak menggunakan pompa diesel untuk mengairi sawahnya. Akibatnya, permintaan minyak tanah naik, karena digunakan untuk keperluan campuran bahan bakar," paparnya. Ia menambahkan, pada kondisi normal, distribusi minyak tanah di wilayah eks Karesidenan Madiun mencapai 435 kiloliter per hari. Namun, memasuki musim kemarau permintaan minyak tanah naik hingga 30 persen. (mar/mar)
Berita Terkait