Warga Serbu Pabrik Pensuplai Kertas Gudang Garam

Warga Serbu Pabrik Pensuplai Kertas Gudang Garam

- detikNews
Senin, 06 Agu 2007 14:02 WIB
Kediri - Sedikitnya 200 warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, menggelar demonstrasi ke PT Surya Pamenang. Pabrik ini merupakan perusahaan kertas karton dari PT Gudang Garam. Warga menuntut adanya transparansi dalam penyaluran limbah logam kawat yang selama ini dimanfaatkan warga untuk bahan kerajinan kapstok dan hanger gantungan pakaian). Namun sayang, meski telah dilakukan perundingan yang alot, keputusan perusahaan tetap tidak dapat mengabulkan keinginan warga.Demo tersebut dimulai jam 11 siang tadi, dengan melibatkan ratusan warga yang selama ini menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai pengrajin gantungan pakaian. Warga menggelar demo karena selama ini tidak ada transparansi dari perusahaan mengenai penyaluran limbah logam kawat. Bentuk ketidak tranparansian itu ditunjukkan dengan sempat terhentinya penyaluran limbah selama 2 bulan, yang mengakibatakan sebagian usaha warga terpaksa gulung tikar. "Penyaluran kawat sempat terhenti selama 2 bulan tanpa adanya penjelasan pada warga. Padahal kesepakatan awal, 15 ton kawat setiap bulannya akan diperuntukkan bagi warga," kata Sumari, ketua Paguyuban Pengrajin Kapstok Surya di Desa Ngebrak, Senin (06/08/07) Sempat terjadi ketegangan antara demonstran dengan aparat kepolisian dari Polres Kediri yang melakukan pengamanan, ketika warga memaksa masuk ke dalam area perusahaan. Namun setelah dilakukan perundingan, sebanyak 10 perwakilan warga dipersilakan melakukan pembicaraan dengan perusahaan. Perwakilan warga ditemui 2 petinggi PT. Surya Pamenang, yaitu FX. Suyanto, selaku Kadiv Umum, dan Hendra Tamtama, selaku Kabag Umum. Dalam pembicaraan terkuak, ternyata penyebab tersendatnya pasokan limbah logam kawat karena adanya peraturan baru yang diterapkah perusahaan yang meminta perubahan pada sisten pembayaran dari pengambilan kawat. Selain itu penyebab tersendatnya pasokan kawat juga disebabkan masih adanya negosiasi harga baru antara pemerintah desa Ngbrak yang selam ini menjadi penghubung, dengan perusahaan. Harga baru yang diterapkan perusahaan adalah Rp. 2500/kg kawat dari harga sebelumnya Rp. 2100/kg kawat. "Kami tidak menyetop pasokan kawat pada warga, saat ini kami memang telah menerapkan aturan baru yang masih kami negosiasikan dengan pemerintah desa," ujar FX Suyanto. Namun sayang, dalam pembicaraan yang berjalan selama 2 jam tersebut, tidak dicapai kesepakatan antara perusahaan dan perwakilan warga. Perusahaan tetap bersikukuh pada keputusanya mengenai penerapan harga baru tersebut. (mar/mar)
Berita Terkait