Acara Tahlilan Berujung Hantaman Batu Bata Merah
Senin, 30 Jul 2007 16:50 WIB
Situbondo - Menumpahkan dendam kesumat di acara sakral seperti tahlilan adalah cara yang biadab. Namun tak demikian dengan Zubari (40), yang nekat menghantam Hartoyo (43) dengan sebongkah batu bata.Acara tahlilan kematian di Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondo, Jatim yang semula khusuk itu berubah menjadi hiruk pikuk.Insiden yang berlangsung sekitar jam 13.00 WIB itu tentu saja membuat terhenyak ratusan undangan yang hadir di acara tahlilan tersebut. Akibat hantaman batangan batu merah itu, bagian pelipis kiri Hartoyo memar dan sebagian kulitnya terkelupas.Beruntung penganiayaan yang diawali dengan cek-cok mulut seru itu segera dilerai puluhan warga yang datang tahlilan di rumah Kusnadi (39), warga Kayuputih. Acara tahlilan untuk menghormati kematian salah seorang keluarga Kusnadi itu pun kembali dilangsungkan, sesaat setelah pelaku maupun korban dilerai dan dievakuasi ke rumah masing-masing.Keterangan yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, perseteruan dan dendam antara pelaku dan korban sebenarnya telah berlangsung lama. Hal itu awalnya dipicu sikap korban yang menolak upaya damai pelaku yang sebelumnya dilaporkan ke polisi terkait kasus penganiayaan terhadap bibi Hartoyo oleh istri Zubairi."Saat ini kasusnya sudah di kejaksaan. Dia (Zubairi, red) memang berulangkali meminta keluarga kami untuk mencabut perkara penganiayaan yang terjadi sebulan lalu. Tapi Hartoyo ngotot melanjutkan dan menolak upaya damai Zubari," ucap Edy (34), salah seorang kerabat dekat korban kepada detiksurabaya.com.Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas, Hartoyo langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Mapolres Situbondo. "Saya malu dan merasa dilecehkan. Masalahnya hal ini berlangsung saat acara tahlilan yang dihadiri banyak orang," tutur Hartoyo usai melaporkan kasus tersebut ke Polres Situbondo.
(mar/mar)











































