Pasien Diare di Jember Meningkat

Pasien Diare di Jember Meningkat

- detikNews
Selasa, 17 Jul 2007 15:04 WIB
Jember - Pasien diare di RSUD dr Soebandi Jember meningkat drastis. Dalam sepekan terakhir, 16 pasien anak-anak harus dirawat di ruang perawatan medis anak. Peningkatan ini akibat adanya perubahan cuaca yang tidak menentu. "Sekarang kira merawat 16 pasien anak-anak yang menderita diare. Ini meningkat dari bulan lalu," kata Kepala Ruang Anak RSUD dr Soebandi, dr Ahmad Nuri, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (17/7/07).Menurutnya,pada bulan-bulan sebelumnya dalam sepekan pasien diare tidak kurang dari 10 anak. Peningkatan pasien diare ini diakibatkan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu. "Sekarang cuaca kan tidak menentu, hujan, panas, kemudian hujan lagi. Sulit diprediksi. Hal ini membuat kondisi badan anak mudah turun sehingga rentan terserang daire dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)," lanjut Nuri. Selain itu faktor kebersihan lingkungan juga menjadi faktor menularnya penyakit tersebut.Khusnul, warga Desa/Kecamatan Arjasa membawa anaknya, Farah yang berumur 8 bulan ke RS tersebut, Selasa (17/07/07) pagi. Sejak Sabtu (14/07/07) lalu, Farah mengalami diare. "Bisa lebih dari 10 kali mencretnya," kata Khusnul. Meski sudah dibawa ke bidan desa setempat dan Puskesmas, kondisi diare Farah tidak kunjung membaik bahkan berat badan Farah terus turun akibat kekurangan cairan. Untunglah Farah segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan tembahan cairan untuk menstabilkan tubuhnya.Sementara M Ali Wafa, 4 bulan telah dirawat di RSUD dr Soebandi selama sembilan hari. Bayi asal Desa Mandigu Kecamatan Mumbulsari itu juga menderita diare. "Diarenya cuma dua hari tetapi terus menerus, akhirnya dirawat disini," kata Siti Romlah, ibu ALi Wafa. Untuk mengantisipasi menularnya wabah diare, dr Nuri menyarankan pada orang tua dan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.Nuri menambahkan untuk pasien diare, pengobatan yang dilakukan adalah pemberian cairan kepada pasien. Sebab, anak-anak yang menderita diare rata-rata dibawa ke RS dalam kondisi kekurangan cairan. "Kalau itu tidak segera ditangani akan berbahaya bisa mengakibatkan kematian karena dehidrasi," lanjutnya. Nuri memprediksi hingga akhir bulan Juli, jumlah pasien diare akan terus bertambah. (bdh/bdh)
Berita Terkait