Bayi Kembar Siam Kediri Meninggal
Sabtu, 14 Jul 2007 14:28 WIB
Kediri - Meski kondisinya sempat membaik, bayi kembar siam asal Kediri akhirnya meninggal. Diagnosa tim dokter menyebutkan, jumlah organ paru-paru yang hanya satu pada 2 bayi tersebut tidak mencukupi untuk membantu pernafasannya.Putra pertama pasangan Saiful Anshori-Anik Asiati yang lahir di RSUD Gambiran Kediri meninggal Jumat 13 Juli pukul 20.15 WIB. Kematian bayi tersebut tidak secara bersamaan. Bayi yang pertama meninggal yakni yang memiliki organ paru-paru. Selang 15 menit, bayi kedua menyusul."Kemarin bayinya meninggal sekitar pukul 20.15 WIB. Matinya tidak bersamaan,masing-masing berselang 15 menit," kata dokter spesialis anak RSUD Gambiran Kediri, Lili Diah, Sabtu (14/7/2007).Lili menambahkan, berdasar diagnosa tim dokter, kematian bayi kembar siamkarena tidak lengkapnya organ paru-paru sehingga mengakibatkan tidak berfungsinya sistem pernafasan secara baik pada bayi tersebut."Paru-parunya hanya satu. Sehingga tidak bisa bernafas secara baik," jelasnya.Mengetahui bayinya meninggal dunia, Saiful dan Anik yang menikah tahun 2006 silam syok. Kematian anaknya diketahui pertama kali oleh Saiful. Salah seorang perawat menjelaskan kepada Saiful jika anaknya telah meninggal dunia."Kemarin sekitar jam sembilan malam, anak saya dipanggil perawat. Setelahitu, dia keluar dengan menangis. Dia bilang ke saya, Bu...nduk meninggal,"kata Ibu Napsiah, orang tua Saiful Anshori.Beberapa saat kemudian, istri Saiful mengetahui jika anaknya meninggal dunia. Anik yang semula belum mengetahui anaknya dempet histeris. Maklum, selama mendapat perawatan di ruang Dahlia II setelah operasi caesar, dirinya belum melihat anaknya."Kakak saya semalam terus menangis. Hingga sekarang saya belum tahu kondisinya," jelas kakak ipar Anik Asiati, Pujiati, saat ditemui di rumah duka, Desa Manisrenggo RT III RW VI Kediri.Sementara itu, sebelum dimakamkan, kedua bayi siam tersebut sudah diberi nama yakni, Dewi Rara dan Dewi Riri.Kembar siam di RSUD Gambiran Kediri ini merupakan kasus kedua setelah Salma dan Salwa, rujukan dari RSUD Iskak Tulungagung.
(fat/nrl)











































