Kantor Desa Lengkong Terbakar Diduga Terkait Pilkades
Jumat, 13 Jul 2007 17:07 WIB
Jember - Kantor Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari terbakar sekitar pukul 03.30 WIB Jumat (13/7/2007). Kebakaran itu diduga kuat karena dampak dari ketidakpuasan pemilihan Kepala Desa Lengkong dua bulan lalu.Perisitwa itu diketahui pertama kali oleh Kepala Desa Kawangrejo Kecamatan Mumbulsari, Bebet Budiyanto, yang saat itu melintas di depan kantor Desa Lengkong. Bebet kaget melihat asap mengepul dan melihat percikan api meletup dari genteng kantor kepala desa dan ruang sekretariat desa tersebut.Bebet bergegas memberitahu warga sekitar kantor desa dan menghubungi Kepala Desa Lengkong, Sutartilah. Empat penduduk sekitar kantor desa segera berusaha mematikan api dengan air di sumur yang terletak sekitar 10 meter dari kantor desa yang terbakar. Sekitar pukul 04.30 WIB, api sudah mulai bisa dipadamkan menyusul datangnya mobil pemadam kebakaran.Dari penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, ditemukan kain yang tercium minyak tanah. Kain itu ditemukan di ruang sekretariat desa. Diduga kuat api pertama kali muncul. Langit-langit dua ruang tersebut sebagian besar habis terlalap si jago merah, serta nampak lubang besar dari genteng di atas dua ruangan itu."Untuk sementara ini kita menduga kantor ini terbakar sampai menunggu hasil dari tim labfor. Penyebabnya kita temukan bau minyak tanah di tumpukan kain yang dijadikan barang bukti," kata Kapolsek Mumbulsari, Iptu Edi Hartono.Polisi hanya bisa menyelidiki penyebab kebakaran itu dari barang bukti yang ditemukan. Sebab tidak ada saksi mata yang mengetahui secara pasti peristiwa tersebut. Karena kantor tersebut tidak dijaga oleh penjaga malam. Kantor desa itu juga letaknya agak jauh dari permukiman penduduk.Saat dikonfirmasi kemungkinan kantor tersebut dibakar, Edi tidak menampik jika kondisi sosial politik di Desa Lengkong bisa saja menimbulkan hal itu terjadi."Bisa saja penyebabnya terkait dengan intrik politik di Desa Lengkong. Ada dugaan ke situ, mengingat kondisi sosial politik paska pilkades lalu. Nanti pihak-pihak yang berkonflik akan kita panggil semua sebagai saksi," kata Edi.Sekitar sebulan lalu, Kades terpilih Sutartilah diprotes oleh sejumlah warganya terkait persoalan Taman Hiburan Rakyat (THR). Kelompok yang tidak setuju memperotes, karena THR dilakukan ketika musim anak sekolah ujian, sedangkan kelompok pendukung kades setuju THR itu digelar untuk menggali dana guna acara agustusan.Dari informasi yang dihimpun, demo tersebut hanyalah alat bagi para calon kades yang kalah untuk memprotes kebijakan Sutartilah selaku kades terpilih.Sementara Sutartilah mengelak jika penyebab kebakaran terkait dengan persoalan politik desa. "Saya tidak berpikir sampai kesana, saya kira tidak dan semuanya kita serahkan pada kepolisian," kata perempuan berjilbab itu.Akibat kebakaran itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 juta. Selain bangunan, barang-barang yang rusak yakni meja, sofa dan terbakarnya berkas-berkas PKK Desa Lengkong.
(fat/mar)











































