Mahasiswi Jadi Simpanan Ayah Tiri
Demi Menyelamatkan Keluarga
Jumat, 22 Jun 2007 10:59 WIB
Madiun - Apa saja bisa dilakukan anak untuk menyelamatkan bahtera rumah tangga orangtuanya. Seperti yang dilakukan Lindari, yang menjadi istri simpanan ayah tirinya.Mahasiwi sebuah kampus di Madiun ini berusaha tegar dan berupaya agar biduk rumah tangga ibu kandung dan ayah tirinya yang mulai berantakan itu agar tetap harmonis.Sebagai anak tertua dari 5 bersaudara, Lindari terenyuh setiap mendengar ancaman cerai dari ayah tirinya kepada ibunya. Makanya dia berusaha sebisa mungkin agar perceraian itu tidak terjadi. Keberadaan ayah tirinya sangat dibutuhkan oleh ibu dan keluarganya. Selain sebagai teman hidup ibu kandungnya, dia juga menjadi ayah dari 4 adik-adiknya. Sebab tanggung jawab ayahnya sebagai kepala rumah tangga masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan biaya sekolah adik-adiknya itu. Bila ancaman ayah tirinya itu terjadi, siapa yang akan menanggung semua kebutuhan itu. Sementara, ibu kandungnya sudah tidak memungkinkan untuk mencari sesuap nasi apalagi membiayai semua kebutuhan sekolah. "Kurasa, ibuku sudah ngak mampu, seperti dulu sebelum kesehatannya sakit-sakitan seperti sekarang ini. Memang, usia ibuku lebih tua dari ayah tiriku yang terpaut 5 tahun. Memang kalau sudah cinta, mau dibilang apa?," ujar Lindari (26), mahasiswi sebuah universitas ternama di Madiun.Perempuan asal Pacitan ini kepada detiksurabaya.com menceritakan, ayah tirinya itu seorang pengusaha sukses di bidang usaha bangunan di kota Pacitan dan Ponorogo, Jawa Timur. Boleh dibilang, kehidupan keluarganya serba kecukupan dari mulai sepeda, motor hingga dua mobil mewah serta beberapa truk telah dimiliki keluarga. Namun, sejak ibu kandungnya sakit-sakitan itu, ayah tirinya tidak mendapat jatah seks lagi. "Bila nafsu birahinya sedang memuncak, ayah tiriku pergi keluar rumah bersama tante Nia, teman sekolah sewaktu di SMA dulu. Ya ujung-ujungnya selingkuh di hotel, meski dia sudah bersuami," tutur Lindari, sembari pesan agar nama ayah tirinya tidak ditulis. Karena sering selingkuh itu, makanya ancaman cerai itu selalu terlontar dari mulut ayahnya.
(mar/mar)











































