Tak Peduli Pro Kontra, Pembangkit Nuklir Jalan Terus

Tak Peduli Pro Kontra, Pembangkit Nuklir Jalan Terus

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2007 16:44 WIB
Malang - Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman menegaskan pemerintah akan tetap membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Meski, kini timbul pro dan kontra dari pembangunan pembangkit lstrik berbasis uranium itu. Pemerintah mentargetkan 2008 mulai dilakukan pembangunan fisik dan diharapkan 2016 PLTN beroperasi untuk memasok kebutuhan listrik nasional. Sejauh ini, pemerintah telah melakukan kajian tenis meliputi teknologi, kebumian, sosial, politik dan ekonomis. "Secara ekonomis, PLTN dapat menyediakan listrik dengan harga murah," katanya saat mengunjungi Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jumat (15/6/2007). Rencana pembangunan PLTN Muria di Jepara Jawa Tengah belum final. Dia menyebutkan lokasi alternatif lain adalah Ujung Jawa Timur atau Madura. Namun Kusmayanto mengakui di Jepara lokasi yang dipilih terbilang aman dari bencana geologi, gempa dan jauh dari gunung api. Menurut Kusmayanto, lokasi PLTN menghindari daerah yang mempunyai lempengan gempa bumi dan termasuk wilayah Gunung berapi. Tetapi, peluang PLTN dibangun di luar Jawa seperti Kalimantan sangat kecil karena akan membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Alasannya, butuh anggaran besar untuk membangun jaringan listrik menuju pulau Jawa. "Dengan jaringan kabel bawah laut juga dikhawatirkan terjadi gangguan. Seperti jaringan ke Madura sering putus kan," tanyanya kepada wartawan. Tahap awal pemerintah akan membangun PLTN berkapasitan 1000 MW untuk memenuhi pasokan kebutuhan listrik secara nasional. Indonesia sebenarnya sudah mempunyai PLTN dalam skala kecil atau non-komersial di 3 lokasi, yakni Bandung, Serpong dan Yogjakarta. PLTN diplih karena teknologi ini dinilai paling aman karena polusi atau gas emisi yang dihasilkan sangat kecil dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan bahan bakar gas dan batu bara. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga relatif murah. Kusmayanto mencotohkan meski investasi pembangkit listrik tenaga gas membutuhkan biaya US$ 1 juta per 1 MW, nuklir membutuhkan US$ 1,25 juta per 1 MW. "Tetapi, biaya perawatan untuk pembangkit nuklir lebih murah," ujarnya.Indonesia akan menggunakan teknologi nuklir yang sudah terbukti berhasil dikembangkan negara-negara maju seperti Korea, Jepang, Cina dan negara-negara Eropa lainnya.Tekhnologi itu, kata Kumayanto, merupakan teknologi yang aman untuk lingkungan dan jauh dari kebocoran yang membahayakan jiwa. Mengenai pro dan kontra tentang pembangunan PLTN ini adalah sesuatu yang wajar dan arus dihadapi dengan pemahaman yang benar tentang PLTN. "Selama ini, yang disampaikan hanya kegagalan dan efek negatif nuklir," terangnya. (mar/mar)
Berita Terkait