Dua Balita di Trenggalek Diduga Suspect Flu Burung
Selasa, 12 Jun 2007 13:05 WIB
Trenggalek -
Dua balita di Trenggalek diduga suspect flu burung. Saat ini keduanya tengah menjalani perawatan di ruang observasi RSUD dr Soedomo Trenggalek.Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, dr Sardjono Baskoro mengatakan, kedua pasien tersebut masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IRD), Senin (11/6/2007) malam. Mereka adalah Pradikadara dan Ifan Sandra, keduanya berumur 16 bulan asal Desa Malasan, RT 36 RW 10, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek."Kedua balita itu kami terima sekitar pukul 18.30 WIB tadi malam dengan suhu tubuh yang cukup tinggi," ujar Sardjono kepada detiksurabaya.com di RSUD dr Soedomo Trenggalek, Selasa (12/6/2007).Melihat dari riwayat penderita yang sebelumnya pernah melakukan kontak dengan unggas yang mati akibat flu burung, kedua balita tersebut dicurigai terjangkit virus mematikan tersebut. Apalagi sebelumnya lima warga setempat juga sempat dicurigai terserang flu burung meskin hasil pemeriksaan laboratoriumnya menunjukkan hasil negatif. Hingga pagi ini, kondisi kesehatan kedua balita tersebut masih cukup mengkhawatirkan. Suhu tubuhnya masih cukup tinggi, berkisar antara 38-39 derajat celcius. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan ke pasien lain, kedua balita tersebut dimasukkan ke dalam ruang obervasi khusus yang steril dari pengunjung. "Kami menempatkan mereka secara khusus untuk memudahkan obersvasi. Contoh darahnya sudah kita kirim ke Surabaya," tambah Sardjono.Kedua balita tersebut saat ini hanya tampak ditunggui oleh ibunya masing-masing. Untuk menghindari terjadinya penularan, setiap perawat atau keluarga yang masuk diwajibkan memakai masker penutup hidung dan mulut.Ninik, ibunda Pradikadara mengatakan, sebelumnya Pradika mengalami panas yang cukup tinggi. Setelah dibawa ke dokter anak, dinyatakan demam biasa karena tidak disertai sesak nafas. Namun karena tidak kunjung reda, Ninik membawanya ke Puskesmas Durenan yang langsung merujuknya ke RSUD dr Soedomo. "Kata dokter kadar trombosit dan leukositnya rendah, makanya anak saya dicurigai terkena flu burung. Sebelumnya ada 5 tetangga saya yang mengalami sakit sama setelah ayamnya mati mendadak," jelas Ninik saat menunggui putranya.Jika nantinya hasil pemeriksaan laboratorium di Surabaya menunjukkan hasil negatif, keduanya akan diperbolehkan pulang. Namun jika positif, RSUD dr Soedomo akan segera merujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pertolongan.
(mar/mar)










































