Dankormar Ngotot Korban Pasuruan Kena Peluru Pantul

Dankormar Ngotot Korban Pasuruan Kena Peluru Pantul

- detikNews
Senin, 11 Jun 2007 17:58 WIB
Malang - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Nono Sampono tetap bersikukuh tembakan yang keluarkan anggota marinir yang menewaskan 4 orang warga Desa Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan adalah akibat peluru pantul.Sebab, dia menilai hasil operasi pengangkatan proyektil pada dua korban penembakan ditemukan proyektil dalam bentuk serpihan, sebagai bukti peluru yang dikeluarkan adalah peluru pantulan."Fakta yang ada, proyektil berbentuk serpihan. Saya sebagai profesional menilai proyektil terlebih dulu menyentuh benda lain sebelum mengenai tubuh korban," kata Nono saat mengunjungi korban penembakan anggotanya, di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Senin (11/6/2007). Dia menegaskan pernyataannya ini tidak bermaksud untuk mendahului proses hukum yang tengah berlangsung.Dia menyampaikan rasa prihatin dan penyelasan karena tindakan prajurit marinir yang mengakibatkan warga Alas Tlogo menjadi korban. "Kita menunggu saja proses hukumnya, karena semua ini sudah ada alur penyelesainnya. Semoga korban yang luka segera sembuh," harapnya.Mengenai rencana pelaporan balik terhadap warga Alas Tlogo, Nono menyampaikan yang akan dilaporkan marinir ke Polres Pasuruan adalah fakta mengenai peristiwa insiden penembakan tersebut. "Misalnya begini, bapak ditempeleng lebih dulu kemudian bapak pukul balas orang itu cidera. Pasti dong ini sebuah rangkaian yang tak bisa dipisahkan," jelasnya.Apalagi, visum terhadap anggota marinir dilakukan di rumah sakit independen yang ditunjuk oleh kepolisian. Jadi, bukti yang ada bisa dipertanggungjawabkan. Namun, dia tidak menjelaskan kapan laporan balik itu akan diserahkan kepada kepolisian setempat. "Semua diselesaikan sesuai hukum, ini negara hukum," tegasnya.Mengenai citra Marinir yang tercoreng akibat insiden ini, Nono mengatakan tidak selamanya marinir dielu-elukan seperti jaman reformasi dulu. "Semua ada pasang surutnya. Saya tetap akan membangun spirit prajurit untuk melaksanakan tugas dengan baik, terutama untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan NKRI," tutur Nono. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait