India Ungkap Kondisi Pilot Usai Ditikam Kopilot saat Pembajakan Flydubai

India Ungkap Kondisi Pilot Usai Ditikam Kopilot saat Pembajakan Flydubai

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 01 Okt 2026 23:44 WIB
Insiden Flydubai ke Israel: Apa yang Diketahui Sejauh Ini soal Penikaman Pilot dan Motif Pelaku?
Pesawat flydubai. (DW News)
Jakarta -

Duta Besar India untuk Uni Emirat Arab (UEA) menemui kapten penerbangan flydubai yang terluka saat pembajakan pesawat. Pihak kedutaan menyatakan bahwa sang kapten dalam kondisi sehat dan sedang dalam masa pemulihan yang baik.

Dilansir AFP, Kamis (1/10/2026), Kedutaan Besar India di UEA melalui X melaporkan bahwa Duta Besar Deepak Mittal menemui Kapten Smit Machchhar dan keluarganya di rumah sakit. Kapten Machchhar dalam kondisi sehat dan pulih dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilot berkewarganegaraan India tersebut sempat dirawat di rumah sakit di Arab Saudi setelah diserang oleh kopilotnya saat pesawat flydubai sedang mengudara, menyebabkan pesawat melakukan pendaratan darurat di kota Tabuk, Arab Saudi. Namun laporan media India menyebutkan bahwa ia diterbangkan ke UEA.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, saat berbicara dalam acara televisi Fox & Friends, mengatakan bahwa Machchhar ditikam di bagian kepala dan lengannya nyaris terbelah dua, serta banyak darah yang keluar".

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, PM India Narendra Modi menyatakan bahwa tindakan sang pilot telah membantu menyelamatkan ratusan nyawa dan mencegah terjadinya tragedi besar.

"Kapten Smit Machchhar adalah seorang pahlawan," ujar Modi dalam sebuah unggahan di media sosial.

Jaksa Agung UEA Hamad Saif al-Shamsi sebelumnya memerintahkan penyelidikan terhadap upaya pembajakan penerbangan maskapai flydubai tujuan Israel, yang dialihkan dan mendarat darurat di Arab Saudi.

Dalam perintahnya, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (1/10), Al-Shamsi tidak secara langsung menyebut insiden yang dialami pesawat flydubai dengan nomor penerbangan FZ1073, rute Dubai-Tel Aviv itu, sebagai upaya pembajakan. Dia menyebutnya sebagai pertikaian di kokpit.

Halaman 2 dari 2
(rfs/eva)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini