Pisang Miliki 50 Tandan Gemparkan Warga Kediri
Kamis, 07 Jun 2007 17:42 WIB
Kediri -
Sebuah pohon pisang di Kabupaten Kediri memiliki tandan sebanyak 50 buah. Masyarakat setempat menganggapnya sebagai pisang keramat, yang dipercaya bisa mengabulkan doa. Keanehan ini terjadi pada pohon pisang jenis raja, yang tumbuh di Desa Gambyok Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Jika umunya pohon pisang hanya memiliki satu buah tandan, pisang ajaib ini memiliki tidak kurang 50 tandan yang memenuhi batangnya. Menurut Karimun, salah seorang warga, pohon pisang tersebut mulai tumbuh sekitar 3 bulan lalu. Pada mulanya pohon tersebut tidak berbeda dengan pohon pisang lainnya. Namun lama kelamaan, tumbuh puluhan bakal buah atau ontong pada bagian ujung pohon. "Awalnya cuma sedikit, namun lama-lama menjadi banyak dan semuanya berbuah bagus. Sekarang jumlah tandannya genap 50 buah," ujar Karimun kepada detiksurabaya di lokasi penemuan pisang ajaib di Desa Gombyok, Kamis (7/6/2007). Karena jumlah tandannya cukup banyak, otomatis jumlah buahnya sangat banyak pula. Apalagi setiap satu tandan terdiri dari beberapa sisir pisang yang semuanya bagus-bagus. Karena lokasi tumbuhnya pohon tersebut berada tidak jauh dari kompleks makam seorang ulama besar, Syekh Mustofa, warga setempat meyakininya sebagai pisang ghaib yang dipercaya bisa mengabulkan setiap doa. Sehingga praktis setiap hari banyak warga baik dari desa setempat maupun luar daerah yang mengunjungi pohon tersebut untuk sekedar memanjatkan doa. "Kami percaya pohon pisang ini bisa mengabulkan doa yang dipanjatkan di bawah pohon. Apalagi di dekatnya ada makam Syekh Mustofa," tambah Karimun. Hal yang sama disampaikan Istadi, salah seorang sesepuh desa Gombyok. Menurutnya, siapapun yang berdoa sambil memegang buah pisang ajaib akan segera dikabulkan semua permintaannya. "Banyak warga yang sudah membuktikan kekuatan mistik ini. Pohon ini diyakini masih berhubungan dengan Syekh Mustofa," ujarnya. Meski diyakini memiliki kekuatan ghaib, saat ini kondisi pisang ajaib ini mulai berangsur-angsur kering. Diduga hal ini akibat banyaknya tandan yang membebani batangnya hingga membuat posisi pohon pisang miring. Untuk tetap mempertahankan posisi pisang, warga menyangganya dengan kayu dan bambu.
(mar/mar)










































