Akbar: Proses Dialog untuk Selesaikan Kasus Pasuruan
Minggu, 03 Jun 2007 21:38 WIB
Ponorogo -
Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung menilai perlu ada proses dialog antara masyarakat dengan pemerintah untuk menuntaskan kasus Pasuruan. Agar masalah sengketa tanah di Alas Tlogo tidak lagi terjadi di daerah lain."Itu perlu untuk mengetahui adanya ketidakpuasan dari masyarakat," ujar Akbar usai pelantikan Pengurus HMI Cabang Ponorogo, serta dialog kebangsaan dengan tema "Urgensi Kepemimpinan Pluralis dan Kulturan" yang diselenggarakan oleh HMI dan KAHMI di Hotel Gajah Mada, Jalan Gajah Mada, Ponorogo, Minggu (3/6/2007).Akbar mengatakan, proses dialogis perlu untuk menampung semua aspirasi yang ada. "Kalau aspirasi rakyat diperhatikan dan tidak mengandalkan kekerasan, saya pikir rakyat akan memahami," katanya.Akbar menuturkan, aspirasi yang dibuntu dapat menimbulkan rasa sentimen, tidak suka sampai benci. "Keadaan itu dapat menyulut perlawanan dari rakyat, jika ditanggapi sebagai bentuk perlawanan, diikuti kekerasan oleh TNI akibatnya seperti di Pasuruan," tuturnya.
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































