Diiringi Tangisan, Warga Tabur Bunga di Perum TAS I
Selasa, 29 Mei 2007 12:54 WIB
Sidoarjo - Beragam aksi dilakukan korban lumpur memperingati setahun lumpur menyembur. Ratusan warga Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I yang tergabung dalam Tim 16 melakukan aksi tabur bunga di rumah mereka yang sudah ditenggelamkan lumpur panas. Selama aksi berlangsung, tidak sedikit korban lumpur yang menangis sesenggukan. Merak sebagian besar teringat masa-masa indah ketika tinggal di rumah mereka bersama para tetangganya. Ratusan rumah sudah lenyak, yang terlihat hanya genting-gentinya saja.Namun, kini gelap setahun usia lumpur, mereka hanya bisa meratapi nasibnya. Rumahnya sudah hilang, ganti rugi dari Lapindo Brantas juga belum juga cair. "Tabur bunga ini untuk mengenang rumah warga yang sudah lenyap ditenggelamkan lumpur Lapindo, " kata Koordinator Tim 16 Suharjo kepada wartawan di Perum TAS I, Selasa (29/5/2007).Selain melakukan tabur bunga, warga Perum TAS I juga membagi-bagikan souvenir yang terbuat dari lumpur kepada masyarakat yang melintasi kawasan Porong maupun di sepanjang jalan Kota Sidoarjo."Ini kita lakukan agar masyarakat mengingat lumpur serta korban-korbanlumpur yang sampai saat ini masih banyak yang menderita akibat lambatnyapenanganan semburan," ujar pria yang biasa dipanggil Pak Jo.Usai melakukan tabur bunga, ratusan masyarakat yang mengenakan ikatkepala berwarna putih dan bertuliskan 'korban lumpur' berangsur-angsurmeninggalkan lokasi dan kembali ke rumah mereka kontrakan yang baru.
(bdh/gik)











































