8 Pelajar MAN 2 Kota Malang Positif COVID-19, PTM Diliburkan 2 Pekan

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:47 WIB
man 2 kota malang
MAN 2 Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang terpaksa dihentikan sementara. Itu dilakukan setelah delapan pelajar diduga terpapar virus COVID-19.

Pantauan di MAN 2 Kota Malang, pagar akses keluar masuk sekolah ditutup. Beberapa satpam terlihat berjaga di dalam pagar. Sementara di dalam area sekolah hanyalah ada beberapa tenaga pendidik dan siswa yang berada di area ma'had atau pondok pesantren di dalam sekolah.

Langkah belajar daring dilakukan pasca adanya temuan sejumlah siswa yang terpapar COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR dan swab antigen. Penutupan dan pemberlakuan pembelajaran daring ditetapkan sejak Selasa (18/1/2022) hingga 14 hari ke depan.

Kepala Sekolah MAN 2 Kota Malang, Mohammad Husnan mengatakan, awalnya terdeteksi salah satu pelajar di kelas XII terpapar COVID-19. Temuan itu berdasarkan hasil tes PCR, pelajar itu diduga kuar terpapar COVID-19 dari luar lingkungan sekolah.

"Pada tanggal 8 (Januari) dia (pelajar) dengan teman-teman sekolah lain menghadiri acara pernikahan di Kepanjen. Kemudian hari Senin anak ini masuk ke sekolah. Merasa sudah nggak enak badan pada hari Jumat malamnya, setelah di PCR ternyata anak ini positif," kata Husnan kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk bergerak melakukan pelacakan sejumlah pelajar yang memiliki kontak erat. Total, tracing kemudian menyasar sekitar 39 pelajar lain dan juga tenaga pendidik untuk menjalani tes swab antigen.

"Hari Senin juga di antigen ada 8 siswa yang bahasanya reaktif antigen, sementara untuk gurunya, Alhamdulillah negatif. (Total murid yang dites sekelas) 33, ada gurunya juga yang kebetulan kegiatan hari senin itu, minimal di dalam satu kelas sudah di antigen semua. Alhamdulillah semuanya negatif," bebernya.

Dari delapan pelajar itu, yang dinyatakan terpapar COVID-19, dua diantaranya mengalami gejala ringan yakni batuk, pilek serta demam. Termasuk satu pelajar yang pertama kali dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19