Pemuda di Blitar Gantung Diri Setelah Tahu Positif HIV

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 17:30 WIB
Seorang pemuda di Blitar nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri. Lewat surat wasiat ia mengaku tidak kuat meneruskan hidup, setelah dinyatakan positif terinfeksi HIV/Aids.
Seorang pemuda di Blitar nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri/Foto: Istimewa
Blitar - Seorang pemuda di Blitar nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri. Lewat surat wasiat ia mengaku tidak kuat meneruskan hidup, setelah dinyatakan positif terinfeksi HIV/Aids.

Aksi gantung diri itu terjadi di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. AS (26) ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon jati.

AS ditemukan tewas tergantung oleh ayahnya setelah menemukan surat yang ditulis AS sebelum mengakhiri hidup. Dalam surat itu, AS menuliskan soal hasil laboratorium yang sudah keluar. Di mana ia dinyatakan positif HIV/Aids.

AS mengaku tidak kuat meneruskan hidup. Dia juga meminta maaf kepada keluarga atas keputusannya mengakhiri hidup. Begitu membaca surat tersebut, bersama kakaknya, sang ayah bergegas mencari keberadaan AS yang tidak ada dalam kamar.

"Senin (17/1) korban berobat ke dokter. Sama dokter dianjurkan tes lab. Sore, hasil tes lab keluar dan dinyatakan kena HIV-Aids. Selasa jam 02.00 WIB, korban tidak berada di dalam kamarnya. Jam 06.00 WIB, kakaknya menemukan surat wasiat itu. Dicari sama ayahnya. Baru pukul 08.00 WIB ditemukan sudah gantung diri," kata Kapolsek Lobar AKP Tamim Anwar, Selasa (18/1/2022).

Dalam pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis, lanjut Tamim, di tubuh korban tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda penganiayaan. Kemudian ditemukan tanda-tanda meninggal gantung diri.

Keterangan dari keluarganya, semasa hidup korban adalah orang pendiam. Jarang berkomunikasi dengan keluarga. Sifatnya tertutup, tidak pernah bercerita tentang pribadinya.

"Diperkirakan korban meninggal sejak malam hari. Karena keluarga menolak diautopsi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. (sun/sun)