Siswi SMA di Blitar Gantung Diri Depan Kelas, Apakah Ada Motif Asmara?

Siswi SMA di Blitar Gantung Diri Depan Kelas, Apakah Ada Motif Asmara?

Erliana Riady - detikNews
Senin, 20 Des 2021 20:24 WIB
Aksi pria mencoba bunuh diri dengan memanjat tower kembali terjadi di Probolinggo. Kali ini, percobaan bunuh diri dilakukan pria berinisial A (43) di Kecamatan Maron.
Evakuasi siswi SMAN di Kabupaten Blitar yang tewas gantung diri/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar - Siswi SMA di Kabupaten Blitar tewas gantung diri di depan kelas saat sekolah menggelar Maulid Nabi. Apakah ada motif asmara di balik aksi nekatnya mengakhiri hidup?

Ia yakni siswi kelas 10 berinisial FVY (15). FVY ditemukan tewas tergantung dengan seutas dasi berwarna abu-abu.

Pihak keluarga memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, FVY diantar ke sekolah sekitar pukul 06.30 WIB. Lalu kepada keluarganya, FVY minta dijemput pukul 11.00 WIB. Mengapa siswi nonmuslim itu datang ke sekolah saat peringatan Maulid Nabi?

"Keterangan satpam sekolah, yang bersangkutan datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas. Bukan mewakili kelas untuk Mauludan," ungkap Kapolsek Srengat, AKP HMS Yusuf, Senin (20/12/2021).

Kepada petugas kepolisian, keluarganya juga memberikan keterangan bahwa siswi berusia 15 tahun itu selalu ceria selama di rumah. Keluarga FVY tergolong harmonis. Mereka menegaskan tidak ada persoalan keluarga yang bisa menjadi motif FVY gantung diri.

"Korban memang punya kekasih. Namun masih kami dalami apa ada motif mengarah ke asmara. Kalau di medsos ada yang bilang korban dalam kondisi hamil, tadi hasil tes urine negatif kok," imbuh Yusuf.

Yusuf menambahkan, karena korban termasuk di bawah umur, maka proses hukum selanjutnya diserahkan kepada PPA Polresta Blitar. Sampai saat ini, jenazah FVY masih berada di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk diautopsi.

S, kepala sekolah di tempat FVY menimba ilmu juga menceritakan, muridnya itu selalu ceria. Secara akademik, nilai FVY juga di atas rata-rata.

"Anaknya selalu ceria kok. Seperti gak ada masalah. Secara akademik juga gak masalah, selalu di atas rata-rata. Kejadian hari ini benar-benar di luar kuasa pihak sekolah. Saya sangat berduka cita," kata S kepada wartawan.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Simak juga Video: Mahasiswi NWR Sempat Jalani Konseling di P2TP2A Sebelum Bunuh Diri

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)