15 Napi Lapas Ngawi Dibebaskan Demi Kurangi Risiko Penularan COVID-19

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:21 WIB
15 napi lapas ngawi bebas
15 Napi Lapas Ngawi sujud syukur bebas hari ini (Foto: Sugeng Harianto)
Ngawi - Sebanyak 15 napi Lapas Kelas IIB Ngawi bisa menghirup udara bebas hari ini. Mereka dibebaskan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19.

"Betul ada 15 napi kita bebaskan hari ini seiring program pencegahan dan penanggulangan COVID-19," ujar Kalapas Klas IIB Ngawi Hendro Susilo Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/1/2022).

Pembebasan dari 15 napi tersebut, kata Hendro tentu dengan berbagai pertimbangan dan persyaratan asimilasi dan integritas WBP. Beberapa ketentuan asimilasi dan integrasi lanjut Hendro, yakni narapidana yang 2/3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 30 Juni 2022, bukan narapidana residivis atau pengulangan tindak pidana, serta tidak menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

"Tentu tidak terkait dengan PP No. 99 Tahun 2012, bukan narapidana residivis atau pengulangan tindak pidana, yang tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing," kata Hendro kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

"Juga sebagai bentuk realisasi usai kegiatan sosialisasi yang dilakukan Ditjen Pemasyarakatan tentang Permenkumham No. 43 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 32 Tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19," imbuhnya.

Hendro menjelaskan, 15 napi yang bebas tersebut rinciannya 12 laki-laki dan 3 wanita terdiri dari kasus kriminal dan narkoba. Dengan bebasnya 15 napi bisa mengurangi kelebihan kapasitas Lapas Klas IIB Ngawi.

"Saat ini jumlah napi penghuni Lapas klas IIB Ngawi sebelum 15 bebas itu mencapai 552 dan sudah melebihi kapasitas. Diketahui jumlah kapasitas Lapas Klas IIB Ngawi hanya 200 napi," tandas Hendro.

Simak video 'Update Corona RI 17 Januari: Bertambah 772 Kasus, 598 Sembuh':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)