Benda Purbakala Mulai Arca Hingga Yoni Ditemukan di Lereng Gunung Kelud

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 18:52 WIB
benda purbakala ditemukan di lereng gunung kelud
Benda purbakala yang ditemukan di lereng Gunung Kelud (Foto: Dok. Desa Besowo)
Kediri - Sejumlah benda purbakala dalam kondisi tertimbun tanah ditemukan warga di area persawahan sekitar lereng Gunung Kelud Desa Besowo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Benda-benda tersebut diduga peninggalan dari era kerajaan Singasari.

Benda-benda purbakala yang ditemukan antara lain, batu lingga, yoni, batu segi empat dan segi delapan, batu berukir, batu bata berukuran besar, mangkok, arca Ganesha dan pripih atau kotak penyimpan abu jenazah serta uang kuno. Benda-benda itu ditemukan warga saat akan bercocok tanam.

Wibowo, salah seorang perangkat Desa Besowo mengatakan penemuan benda tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak 2 bulan ini. Menurutnya, dari segi bentuknya, ia menduga benda-benda tersebut berasal dari era sebelum Kerajaan Majapahit atau Singasari.

benda purbakala ditemukan di lereng gunung keludBenda purbakala ditemukan di lereng Gunung Kelud (Foto: Dok. Desa Besowo)

"Kalau dilihat dari batunya kasar, itu sebelum era Majapahit. Mungkin pada zaman Kerajaan Singasari. Batu batanya besar dan mudah pecah," Kata Wibowo. Rabu (12/1/2022).

Wibowo menambahkan pihak desa telah melaporkan penemuan itu ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kemudian ke BPCB Jawa Timur dan Puslit. Ia menyebut temuan itu selanjutnya akan akan diregistrasi.

"Kemarin sudah ada petugas dan Disparbud yang datang untuk melihat dan nantinya akan ada registrasi," tutur Wibowo.

Eko Priatno, Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri membenarkan bahwa temuan benda purbakala itu telah dilaporkan oleh warga. Pihaknya telah melakukan pengamatan secara langsung, serta membuat surat pemberitahuan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.

Sedangkan untuk registrasi, lanjut Eko, itu dilakukan untuk menghindari benda-benda tersebut hilang atau rusak. Sebab, saat ini benda-benda itu masih disimpan di rumah warga setempat.

"Kami sudah menyurati pihak Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini BPCB. Untuk langkah selanjutnya kami menunggu arahan," ujar Eko. (iwd/iwd)