Kejaksaan Tahan 4 Tersangka Kredit Macet Rp 3,5 M Pembelian Ruko di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 21:37 WIB
kejari tanjung perak
Kejari Tanjung Perak tetapkan 4 tersangka kasus dugaan kredit macet (Foto: Dok. Kejari Tanjung Perak)
Surabaya - Kejari Tanjung Perak Surabaya menetapkan empat tersangka kasus dugaan kredit macet pembelian ruko. Total kerugian yang diakibatkan yakni sebesar Rp 3,5 miliar.

Keempat tersangka yakni EK dan AR , selaku debitur KPR dan sales marketing Bank Mandiri. Serta NH dan IS selaku surveyor kantor jasa penilai publik (KJJP). Saat ini mereka telah dilakukan penahanan.

"Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tersangka EK dan AR. Ini merupakan lanjutan dari penahanan sebelumnya pada Kamis tanggal 6 Januari 2021 atas tersangka NH dan IS," kata Kajari Tanjung Perak, I Ketut Kasna Dedi dalam keterangan resminya, Selasa (11/1/2022).

"Penahanan kami lakukan karena khawatir tersangka tidak kooperatif, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatan yang sama," imbuhnya.

Kasna menuturkan kasus dugaan kredit macet itu berawal pada tanggal 11 Mei 2018. Saat itu EK selaku debitur KPR mengajukan permohonan kredit ke Bank Mandiri Cabang MERR Surabaya sebesar Rp 3,5 miliar.

Kasna menyebut modus yang dipakai tersangka yakni dengan memberikan informasi tidak benar. Antara lain meliputi harga dan dokumen-dokumen pengajuan kredit.

"Permohonan kredit sebesar Rp 3,5 miliar dengan menyatakan harga ruko yakni Rp 5 miliar. Padahal harga pembelian ruko sebesar Rp 2,1 miliar," jelas Kasna.

Dalam aksinya, lanjut Kasna, tersangka EK juga dibantu tersangka lain yakni AR serta NH dan IS. Tersangka EK bahkan diketahui menyuap mereka untuk memuluskan proses pengajuan kredit.

"Dalam proses permohonan tersebut EK telah memberikan sejumlah uang kepada saudara AR, NH dan IS untuk membantu meloloskan permohonan kredit," tutur Kasna.

Permohonan kredit tersebut kemudian disetujui oleh Bank Mandiri dan diikat dengan perjanjian kredit nomor 21 tanggal 26 Juni. Dan akhirnya pada tanggal 28 Juni 2018, Bank Mandiri akhirnya mengucurkan jumlah plafon senilai Rp 3,5 miliar.

"Tapi kredit tersebut oleh saudara EK tidak pernah dilakukan pembayaran sama sekali sehingga kredit menjadi macet dan merugikan negara sebesar Rp 3,5 miliar," tandas Kasna.

Atas perbuatannya tersebut, keempat tersangka disangkakan dengan pasal berlapis oleh penyidik. Antara lain Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 UU No 31/1999 Juncto UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 Juncto UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (iwd/iwd)