Ratusan Mahasiswa Demo Dispendik Sumenep, Kawat Berduri Dirusak

Ahmad Rahman - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 17:07 WIB
Demo mahasiswa di Dispendik Sumenep diwarnai aksi perusakan kawat berduri. Massa kesal karena Kepala Dispendik yang menemui mereka dibatasi kawat berduri.
Demo mahasiswa di Dispendik Sumenep/Foto: Ahmad Rahman/detikcom
Sumenep - Demo mahasiswa di Dispendik Sumenep diwarnai aksi perusakan kawat berduri. Massa kesal karena Kepala Dispendik yang menemui mereka dibatasi kawat berduri.

Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) demo mempertanyakan keseriusan dan kemampuan Kepala Dispendik yang baru, Agus Dwi Saputra, untuk memajukan dunia pendidikan. Karena yang bersangkutan tidak punya latar belakang atau pengalaman dalam mengelola bidang pendidikan.

"Kepala Dinas Pendidikan yang baru Kabupaten Sumenep bagaimana cara meng-green design arah pendidikan Kabupaten Sumenep," kata korlap demo, Nur Hayat, Selasa (11/01/2022).

Demo mahasiswa di Dispendik Sumenep diwarnai aksi perusakan kawat berduri. Massa kesal karena Kepala Dispendik yang menemui mereka dibatasi kawat berduri.Demo mahasiswa di Dispendik Sumenep diwarnai aksi perusakan kawat berduri/ Foto: Ahmad Rahman/detikcom

Setelah sekitar satu jam berorasi secara bergantian, mahasiswa ditemui Agus Dwi Saputra bersama beberapa stafnya. Mahasiswa kemudian meminta polisi membuka kawat berduri

"Kami tidak mau berbicara dibatasi oleh kawat berduri seperti ini. Saya minta kawat ini dibuka," terang Nur Hayat.

Massa berharap tak ada kawat berduri di antara mahasiswa dengan Kepala Dinas Pendidikan. Karena permintaan mereka tidak dituruti, massa membuka paksa kawat berduri hingga rusak.

Kawat berduri akhirnya terbuka dan Agus langsung menemui massa. Agus lalu ditanya soal visi misi tentang pendidikan. Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan tersebut juga ditanya soal data sekolah dasar se-Kabupaten Sumenep.

"Kepala Dinas Pendidikan endak serius menjawab persoalan pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep. Visi misinya apa juga dia tidak menjawab," tambah Nur.

Agus baru dilantik 10 hari yang lalu. Ia mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan tidak harus berlatar belakang atau berpengalaman di dunia pendidikan. Ia mengaku ingin menciptakan SDM yang unggul sebagaimana visi dan misi Bupati Sumenep.

"Mungkin ya perkiraan mereka yang belakangnya embel-embelnya ada latar belakang pendidikan (bisa bangun pendidikan). Saya mau membangun SDM yang unggul sesuai dengan visi misinya Pak Bupati," kata Agus. (sun/bdh)