Siswa PAUD hingga SMP di Surabaya Mulai PTM 100 Persen

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 16:39 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi pantau PTM SD di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Wali Kota Eri Cahyadi meninjau hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Surabaya. PTM ini digelar untuk siswa PAUD, TK, SD hingga SMP yang dibagi dalam dua shift, masing-masing 50 persen.

Eri mengatakan PTM di minggu pertama ini sudah sesuai harapannya. Di mana protokol kesehatan berjalan dengan baik dan ketat.

"Misalnya, di sekolah telah tersedia tempat cuci tangan, alat pengukur suhu hingga barcode PeduliLindungi," kata Eri di Kompleks SD dan SMP Muhammadiyah Jalan Pucang Surabaya, Senin (10/1/2022).

Sedangkan ketika di dalam kelas, Eri menyebut jarak para siswa cukup lebar. Yakni antarbangku minimal 1 meter.

"Karena ada jarak 1 meter, tidak cukup 100 persen. Makanya kita buat dua shift, tapi tetap 100 persen, hanya saja tidak dalam satu waktu. Jadi yang pertama jam 6.30 hingga 10.00 WIB, kedua jam 10.00 sampai 13.00 WIB," tambah Eri.

Eri berharap, wali murid khususnya SD memberikan izin anaknya mengikuti PTM. Meski dalam SKB 4 Menteri hal itu sudah tak diperlukan, namun izin orang tua dinilainya sangat penting.

"Sambil berjalan, kami dari pemkot dan DPRD sambil evaluasi akan kita wajibkan semua masuk 100 persen, tapi tetap dengan dua shift. Kenapa dua shift? kita meyakinkan kepada wali murid bahwa persyaratan yang satu meter juga kita lakukan, jadi nggak ada tumpuk-tumpukan," ujarnya.

Dalam pelaksanaan PTM, Eri menyebut pelajar tidak diberikan waktu istirahat di luar kelas. Sehingga, semua aktivitas dilakukan di dalam kelas.

Bahkan, kantin dan perpustakaan sementara ditutup. Hal ini agar memudahkan guru mengontrol para siswa dan lebih mudah melakukan evaluasi.

"Ini bentuk dari ikhtiar kita. Karena bagaimanapun pendidikan kalau lewat hybrid terus karakter jiwa yang hebat juga akan hilang, kalau online terus anak jadinya individualis. Sehingga pemkot dan DPRD meyakinkan kita berani lakukan (PTM) dan kita coba," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh meminta seluruh pihak di lingkungan sekolah saling menjaga prokes. Sebab, pelaksanaan PTM 100 persen yang sedang berlangsung masih menyesuaikan pola peserta didik.

"Seluruh pengawas digerakkan, kita lakukan koordinasi terus dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pencegahan ataupun penanganan (COVID-19). Saat ini pembelajaran masih 2 jam setengah untuk SD dan 3 jam untuk SMP, serta relaksasi 10 menit, agar anak tidak jenuh," kata Yusuf.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 9 SMP Santa Maria, Irvin Santoso mengatakan, ia bersama teman-temannya sudah tidak sabar dengan pelaksanaan PTM di sekolah. Baginya, PTM menjadi salah satu kegiatan yang mempermudah untuk memahami materi belajar dari sekolah.

"Karena ketika belajar online saya merasa tidak efisien ketika belajar di rumah. Semoga selalu ada inovasi, agar materi bisa langsung diberikan," pungkasnya.

(fat/fat)