Wabup Mojokerto Jawab Viral Tiket Wana Wisata Padusan dengan Solusi Ini

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 22:02 WIB
wana wisata padusan
Wabup Mojokerto saat kunjungi Wana Wisata Padusan (Foto: Tangkapan layar)
Mojokerto -

Wabup Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra turun tangan menindaklanjuti keluhan wisatawan yang viral soal tiket Wana Wisata Padusan. Gus Barra membahas persoalan ini dengan semua pihak yang terlibat dalam mengelola Wana Wisata Padusan.

Mulai dari Perhutani, Pemerintah Desa Padusan sebagai pengelola cuci mobil dan parkir kendaraan, sejumlah investor wahana wisata, serta Disparpora dan Dishub Mojokerto.

"Kami menanggapi postingan yang viral di medsos karena banyaknya karcis. Kami semua sudah sepakat itu kami sederhanakan, pembayaran sudah selesai di depan (loket masuk ke Wana Wisata Padusan). Tidak ada pembayaran lagi, tidak ada pungutan lagi, kecuali masuk ke wahana wisata di dalam," kata Gus Barra saat mengecek loket masuk Wana Wisata Pemandian Air Panas Padusan, Rabu (5/1/2022).

Mulai besok, Kamis (6/1), lanjut Gus Barra, wisatawan cukup membayar dua kali. Pembayaran pertama di loket masuk Wana Wisata Padusan mencakup tiket masuk kawasan wisata, retribusi parkir kendaraan, tiket asuransi keselamatan, serta biaya penitipan kendaraan. Sedangkan pembayaran kedua di loket masuk masing-masing wahana wisata.

Gus Barra memberi contoh tiket masuk bagi wisatawan yang seorang diri mengendarai sepeda motor. Tarifnya Rp 20.000 per orang untuk hari biasa dan Rp 22.500 saat akhir pekan atau hari libur nasional. Tiket masuk anak-anak Rp 17.500 pada hari biasa dan Rp 20.000 untuk akhir pekan. Sedangkan tiket kolam renang/pemandian air panas Rp 10.000 per orang, baik dewasa, anak-anak, hari biasa, maupun akhir pekan.

"Rinciannya untuk yang weekday (hari biasa) Rp 20.000 per orang itu masuk wisata Rp 12.500, Rp 2.000 retribusi parkir sepeda motor, Rp 500 untuk asuransi keselamatan, Rp 5.000 penitipan sepeda motor. Masuk ke wahana Rp 10.000 pe orang," jelasnya.

Wabup Mojokerto ini juga mewanti-wanti para pengelola tidak lagi memaksa wisatawan mencuci mobilnya di Wana Wisata Padusan. Ia menyerahkan sepenuhnya ke polisi jika praktik tersebut masih saja terjadi.

"Terkait cuci mobil kami sudah sampaikan tidak boleh ada paksaan. Karena ini sifatnya jasa, petugas wajib menawarkan, jika tidak mau ya sudah tidak masalah. (Kalau ada pemaksaan?) Namanya pungli, urusannya sama polisi," tegasnya.