Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Tak Ramai Lagi Saat Tahun Berganti

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 01 Jan 2022 00:25 WIB
pelabuhan ketapang
Suasana sepi Pelabuhan Ketapang saat malam tahun baru (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi sepi saat perayaan pergantian tahun 2022. Biasanya, lokasi ini menjadi jujugan masyarakat dalam menikmati pertunjukan kembang api dari kapal yang berlayar di Selat Bali. Namun, dalam 3 tahun ini, kegiatan perayaan itu tidak ada.

Kondisi pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi sepi. Hanya beberapa kendaraan yang menyeberang ke Bali atau sebaliknya. Begitu pun juga di depan areal pelabuhan. Hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang, menuju dan pergi dari Banyuwangi. Tidak ada kerumunan ataupun hiruk pikuk masyarakat.

"Dulu memang setiap kapal pasti bawa kembang api. Pada saat pukul 00.00 mereka pasti menyalakan kembang api," ujar Suwarno, petugas pelabuhan kepada detikcom, Sabtu (1/1/2022).

pelabuhan ketapangFoto: Ardian Fanani

Kondisi sepi ini, kata Suwarno, terjadi selama 3 tahun ini. Apalagi pada saat pandemi COVID-19 ini, adanya larangan perayaan tahun baru membuat kondisi pelabuhan sepi.

"Sudah tidak ada lagi sejak pandemi. Dulu masyarakat berbondong-bondong datang ke sini. Sengaja naik kapal merayakan tahun baru di kapal. Katanya serasa berlayar selama satu tahun," tambahnya.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan penertiban perayaan pergantian tahun di Banyuwangi berjalan aman dan lancar. Biasanya memang kondisi pelabuhan padat merayap, karena masyarakat merayakan pergantian tahun di sekitar pelabuhan.

"Saat ini kondisi aman dan lancar. Tidak ada perayaan kembang api saat pergantian tahun. Ini karena kami mengimbau larangan untuk pesta kembang api," ujarnya.

Nasrun menambahkan, larangan menyalakan kembang api di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerumunan yang bisa saja menjadi media penularan COVID-19. Apalagi, varian Omicron sudah masuk ke Indonesia.

"Tentu kita ciptakan kondisi yang aman. Pembatasan ini mengantisipasi adanya kerumunan penyebab penularan COVID-19," pungkasnya. (iwd/iwd)